ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Siam Cement Group Tanamkan USD 1,3 M di Indonesia

Selasa, 6 Maret 2012 | 23:13 WIB
AD
B
Penulis: Arientha Primanita/ Yudo Dahono | Editor: B1
Ilustrasi pabrik petrokimia chandra asri
Ilustrasi pabrik petrokimia chandra asri (JG Photo/Istimewa)
Perusahaan semen terbesar Thailand ini telah mengakuisisi 30 persen saham perusahaan petrokimia Chandra Asri.

Perusahaan asal Thailand Siam Cement Group (SCG) menambah investasinya di Indonesia sebesar 1,3 miliar USD, salah satunya dengan membangun pabrik semen di Sukabumi, Jawa Barat.

Menteri Perindustrian MS. Hidayat mengatakan saat ini investasi SCG hampir mencapai 1 miliar USD di bidang petrokimia, semen, infrastruktur dan distribusi. Perusahaan semen terbesar di Thailand ini juga telah mengakuisisi 30 persen saham perusahaan petrokimia dalam negeri Chandra Asri.

“Mereka akan memperluas investasi dengan membuka pabrik semen di Sukabumi senilai 300 juta USD. SGC juga akan memperluas investasi di petrokimia sebesar 1 miliar USD lagi,” ujar Hidayat kepada wartawan di kantor presiden, Selasa (6/3).

Menurut Hidayat, SGC menyampaikan komitmen kepada pemerintah untuk berkonsentrasi mengembangkan bisnisnya di Indonesia untuk lima tahun ke depan. Namun, pemerintah belum memberikan insentif khusus kepada SGC terkait investasi mereka.

Menurutnya, kemudahan akan diberikan jika sesuai sektor yang memungkinkan. Dirinya turut mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menerima petinggi SGC di kantor Presiden.

Yang hadir dalam pertemuan ini adalah Presiden dan CEO SCG Kan Trakulhoon, Duta Besar Thailand Thanatip Upatising, Presiden SCG Chemical Cholanat Yanaranop, Vice President Director Operation PT Chandra Asri Petro Chemical Tbk, Paramate Nisagornsen, Chairman Barito Pasific dan pendiri PT Chandra Asri Petro Chemical Tbk Prajogo Pangestu, dan Presiden Direktur PT Chandra Asri Petro Chemical Tbk Erwin Ciputra.

Trakulhoon mengatakan investasi yang sudah dilakukan oleh SGC di Indonesia mencapai 970 juta USD dan perusahaan ini berniat untuk mengembangkan investasinya. Hal itu didasari oleh pertumbuhan Indonesia yang membaik.

“Dua tahun terakhir saya melihat perkembangan Indonesia ke arah positif baik dalam ekonomi, social dan juga situasi yang stabil. Karena itulah kami percaya kepada Indonesia untuk berinvestasi lebih di masa mendatang,” tandas Trakulhoon.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
ADB Sebut Asia Pasifik Butuh Investasi Digital Rp 5.500 Triliun

ADB Sebut Asia Pasifik Butuh Investasi Digital Rp 5.500 Triliun

EKONOMI
86 Persen Pemimpin Perusahaan di Asia Pasifik Tingkatkan Investasi AI

86 Persen Pemimpin Perusahaan di Asia Pasifik Tingkatkan Investasi AI

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Butuh Investasi US$ 789,9 M untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Butuh Investasi US$ 789,9 M untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon