Bank Mandiri Pacu Pertumbuhan KPR
Senin, 29 Agustus 2016 | 14:38 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) terus memacu pertumbuhan bisnis kredit kepemilikan rumah (KPR) guna mendukung masyarakat memiliki hunian yang diinginkan. Sejalan dengan hal itu, total KPR yang perseroan salurkan tumbuh 8,1 persen secara year on year (yoy) dari Rp 29,8 triliun menjadi Rp 32,2 triliun pada akhir Juli 2016.
Direktur Retail Banking Bank Mandiri Tardi menyatakan, industri properti sedang menghadapi tantangan yang cukup berat. Di tengah pertumbuhan properti yang melambat itu turut berdampak kepada industri pendukung, termasuk pembiayaan di perbankan. Namun, hingga kini Bank Mandiri masih optimistis dengan pertumbuhan bisnis KPR.
Meski Tardi mengakui, belakangan ini persaingan di antara pelaku pasar terkait KPR semakin ketat. "Hanya kami akan tetap menjadikan properti, terutama mortage (KPR) sebagai salah pendorong pertumbuhan kredit perseroan ke depan. Sejauh ini, Bank Mandiri mencatat tingkat risiko bisnis KPR masih di angka yang managable," ujar dia di sela seminar Mandiri Property di Jakarta, Senin (29/8).
Secara rinci, sampai Juli lalu posisi rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) emiten berkode BMRI ini di bisnis KPR ada di sekitar dua persen. Terkait optimisme prospek di KPR, Tardi menjelaskan, berawal dari rencana Bank Indonesia untuk memberikan relaksasi kebijakan pembiayaan KPR. Di samping itu, pogram amnesti pajak (tax amnesty) juga diyakini dapat berdampak positif bagi perkembangan ekonomi di Tanah Air.
Sejalan dengan itu, Bank Mandiri menyakini penyaluran KPR dapat tumbuh signifikan di akhir tahun ini. Ada pun, berdasarkan data analyst meeting, total kredit perseroan di KPR mencapai Rp 27,65 triliun pada semester I-2016. Secara yoy, total penyaluran KPR itu tersebut naik sebesar lima persen dibanding periode sama pada 2015 yang menyentuh Rp 26,87 triliun. Sejalan dengan realisasi KPR Juli yang mencapai Rp 32,2 triliun, pertumbuhan KPR perseroan naik 16,45 persen secara month to month (mtm).
Guna menyokong target kenaikan KPR, ungkap Tardi, perseroan terus melakukan inovasi produk. Misalnya itu, melalui program suku bunga efektif 8,5 persen fixed lima tahun yang ditawarkan sepanjang tahun 2016 ini. "Program itu berlaku untuk nasabah utama kami, serta nasabah yang membeli properti melalui pengembang maupun agen properti rekanan unggulan Bank Mandiri," jelas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Salurkan Program Sosial bagi Lebih dari 114.000 Penerima Manfaat
EKONOMIBERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




