ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia Eksportir Alas Kaki Terbesar Kelima di Dunia

Minggu, 21 Mei 2017 | 20:07 WIB
B
FB
Penulis: BeritaSatu | Editor: FMB
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto menyambangi sentra produksi kecil menengah (IKM) yang memproduksi alas kaki di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, 4 Januari 2017.
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto menyambangi sentra produksi kecil menengah (IKM) yang memproduksi alas kaki di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, 4 Januari 2017. (BeritaSatu Photo/Vento Saudale)

Jakarta - Kementerian Perindustrian menyatakan sektor industri alas kaki Indonesia berhasil menduduki posisi kelima sebagai eksportir alas kaki di dunia dengan pangsa pasar di dunia mencapai 4,4 persen.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemperin Gati Wibawaningsih mengungkapkan berdasarkan data Trade Map, pertumbuhan ekspor industri ini dinilai positif, yakni dari US$ 4,85 miliar pada 2015 naik 3,3 persen menjadi US$ 5,01 miliar pada 2016.

"Peningkatan kinerja ekspor alas kaki Indonesia tersebut melebihi pertumbuhan nilai ekspor dunia yang hanya sekitar 0,19 persen. Hal ini menunjukkan bahwa produk alas kaki dalam negeri memiliki daya saing di atas rata-rata dunia," kata Gati melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Dengan posisi Indonesia yang kini menduduki posisi kelima eksportir dunia setelah Tiongkok, India, Vietnam, dan Brasil, Kemenperin pun terus memacu produktivitas dan daya saing pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor alas kaki, produk kulit dan pakaian jadi agar bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri dan memperluas pasar ekspor.

ADVERTISEMENT

Industri alas kaki, produk kulit dan pakaian juga telah memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap perekonomian nasional dengan capaian produk domestik bruto (PDB) kelompok industri ini yang naik dari Rp31,44 triliun pada 2015 menjadi Rp35,14 triliun pada 2016 atau menyumbang sekitar 0,28 persen terhadap penerimaan negara.

Gati menambahkan sepatu premium lokal berkualitas internasional bernama Ekuator diyakini mampu menembus pasar global, contohnya sepatu yang dirintis Kemenperin melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI).

"Sepatu yang dirintis oleh Kemenperin melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) ini telah memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen. Pada akhir tahun 2017, Ekuator akan hadir pada salah satu trade show bergengsi di Eropa," kata dia.

Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin E. Ratna Utarianingrum menyampaikan pertumbuhan alas kaki didorong karena tren mode yang cepat berkembang.

"Pada tahun 2020, pangsa pasar alas kaki nasional ditargetkan sebesar 10 persen ke pasar dunia. Kami optimis bisa tercapai karena seiring dengan pertambahan penduduk, maka semakin tinggi kebutuhan sepatu," kata Ratna.

Ratna menuturkan, industri alas kaki nasional skala kecil dan mikro sebanyak 82 persen berada di Provinsi Jawa Barat, seperti di Bogor, Bandung, dan Tasikmalaya serta Jawa Timur yang meliputi Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, dan Magetan.

Ada pun tantangan industri penyamakan kulit yang dihadapi saat ini, salah satunya kurangnya bahan baku kulit mentah karena pasokam dari domestil baru memenuhi sekitar 36 persen dari total kapasitas industri.

Selain itu, prosedur karantina untuk kulit dan pembatasan asal negara impor kulit juga menjadi kendala lainnya.

"Dengan tingginya ketergantungan impor bahan baku, bahan penolong dan aksesoris, kenaikan kurs dolar menjadi sangat berpengaruh terhadap struktur biaya produksi alas kaki," tambahnya.







Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenperin Buka Pendaftaran SMA dan SMK Vokasi 2026, Ini Syaratnya

Kemenperin Buka Pendaftaran SMA dan SMK Vokasi 2026, Ini Syaratnya

NASIONAL
AISI Tunggu Keputusan Subsidi Motor Listrik, Skema Masih Dikaji

AISI Tunggu Keputusan Subsidi Motor Listrik, Skema Masih Dikaji

OTOTEKNO
Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi

Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi

EKONOMI
KPK Soroti Risiko Investasi Rp 6,74 Triliun di Kawasan Industri

KPK Soroti Risiko Investasi Rp 6,74 Triliun di Kawasan Industri

NASIONAL
Menperin Ungkap 1.236 Perusahaan Baru Serap 218.892 Tenaga Kerja

Menperin Ungkap 1.236 Perusahaan Baru Serap 218.892 Tenaga Kerja

EKONOMI
Penyederhanaan TKDN Dorong Kepastian Industri Migas

Penyederhanaan TKDN Dorong Kepastian Industri Migas

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon