ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menperin: Insinyur Berperan Penting Sukseskan Industri 4.0

Jumat, 7 Desember 2018 | 07:31 WIB
MP
B
Penulis: Merdhy Pasaribu | Editor: B1
(dari kiri) Ketua Penyelenggara Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) I Made Dana Tangkas, Wakil Ketua Umum PII Heru Dewanto, Ketua Umum PII Hermanto Dardak, dan Ketua Dewan Pakar PII Bobby Gafur Umar berbincang di sela Pembukaan Kongres PII ke XXI dan Dialog Nasional di Padang, Sumatera Barat, Kamis (6/12).
(dari kiri) Ketua Penyelenggara Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) I Made Dana Tangkas, Wakil Ketua Umum PII Heru Dewanto, Ketua Umum PII Hermanto Dardak, dan Ketua Dewan Pakar PII Bobby Gafur Umar berbincang di sela Pembukaan Kongres PII ke XXI dan Dialog Nasional di Padang, Sumatera Barat, Kamis (6/12). (Antara/Antara)

Padang- Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, insinyur berperan penting dalam menyukseskan penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia melalui penguasaan teknologi terkini. Hal ini mendorong penciptaan inovasi sehingga sektor manufaktur nasional mampu berdaya saing global.

"Para insinyur adalah orang-orang yang kreatif dan inovatif, serta terbiasa menyelesaikan masalah. Jadi, insinyur harus bisa menemukan peluang dan melahirkan inovasi di era digital saat ini," kata Airlangga pada Kongres dan Dialog Nasional ke-XXI Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang mengusung tema Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas: Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia, di Padang, Sumatera Barat.

Menperin menyebutkan ada lima teknologi utama yang menjadi kunci dalam impelementasi industri 4.0, yaitu, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Wearable (AR/VR), Advanced Robotics, dan 3D Printing. Untuk itu, Airlangga berharap para insinyur terus memberikan kontribusi signifikan dalam membangun Indonesia, khususnya terhadap pengembangan industrialisasi.

"Apalagi kami sedang mengembalikan sektor manufaktur menjadi arus utama guna menggerakkan perekonomian nasional," jelas dia dalam keterangan tertulis .
Faktor penting yang diperlukan, selain pemanfaatan teknologi, yaitu menyiapkan tenaga kerja kompeten. Langkah tersebut telah tertuang di peta jalan Making Indonesia 4.0, yang memiliki aspirasi besar untuk menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada 2030.

ADVERTISEMENT

"Kami telah melakukan program Training of Trainer (ToT) tentang industri 4.0 kepada seluruh stakeholder dari level tertinggi sampai ke pelaksana," imbuh dia.

Sementara itu, Ketua Umum PII Hermanto Dardak mengatakan organisasinya terus meningkatkan profesionalitas dan kompetensi insinyur.

Untuk itu, kata dia, PII telah menandatangani kesepakatan setidaknya dengan 26 perguruan tinggi yang tujuannya meningkatkan lulusan kualitas insinyur Indonesia.

"Saat ini setidaknya PII memiliki 30.000 anggota dan diharapkan anggotanya profesional terutama menghadapi industri 4.0," kata Hermanto.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Relaksasi Impor Harus Diimbangi Kekuatan Industri

Relaksasi Impor Harus Diimbangi Kekuatan Industri

EKONOMI
Tsunami Barang Impor Bisa Matikan Industri Lokal

Tsunami Barang Impor Bisa Matikan Industri Lokal

EKONOMI
Indonesia Tak Akan Maju Tanpa Reindustrialisasi

Indonesia Tak Akan Maju Tanpa Reindustrialisasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon