ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bursa Dunia dan IHSG Tumbang Akibat Virus Korona

Selasa, 28 Januari 2020 | 09:31 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Ilustrasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).
Ilustrasi IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). (Suara Pembaruan/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com - Bursa global, termasuk Indonesia, berjatuhan akibat dihantui penyebaran virus korona. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (28/1/2020) dibuka melemah 0,82 persen ke 6.082,76 setelah kemarin sempat ditutup melemah hingga 100 poin.

Data terkini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa korban meninggal telah mencapai 100 orang. Pasar modal di seluruh dunia mengalami koreksi akibat kekhawatiran akan virus mematikan yang diduga berasal dari Wuhan, Tiongkok ini. Dow Jones melemah 1,57 persen ke 28.535,8 pada penutupan Senin (27/1/2020), S&P 500 terkoreksi 1,57 persen ke 3.243,63, Nasdaq turun 1,89 persen ke 9.139,31, dan NYSE turun 1,49 persen ke 13.769,6.

Di Asia, Nikkei 225 Jepang turun 0,75 persen ke 23.168,19 pada awal perdagangan, Topik Tokyo turun 0,88 persen ke 1.687,63, Hang Seng Hong Kong justru menguat 0,15 persen ke 27.949,64, sementara Indeks Komposit Shanghai anjlok 2,75 persen ke 2.976,53. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,41 persen ke 6.990,8 dan indeks Straits Times Singapura turun 2,81 persen ke 3.149,09.

Di Jakarta, Indeks LQ45 turun 0,95 persen ke 994,28, JII turun 1,13 persen ke 660,93, Investor33 turun 0,98 persen ke 461,87.

ADVERTISEMENT

Sektor konsumsi turun 1,21 persen, tambang turun 0,27 persen, manufaktur terkoreksi 1,12 persen, agri turun 1,64 persen, aneka industri tumbuh 0,1 persen, keuangan turun 0,75 persen, industri dasar turun 1,43 persen, properti turun 0,45 persen, infrastruktur turun 0,63 persen, perdagangan turun 0,87 persen.

Menurut Hariyanto Wijaya, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, IHSG turun -1,8 persen pada hari Senin ke level terendah sejak Desember 2019 karena investor domestik khawatir tentang dampak wabah virus korona. Investor asing menjaga kepercayaan dengan ekuitas Indonesia dengan tetap memesan pembelian bersih sekitar Rp 161 miliar pada hari Senin.

"Kami berharap IHSG masih dalam konsolidasi hari ini," kata Hariyanto dalam risetnya hari ini. Beberapa perubahan pada konstituen LQ45 dan IDX30.

Indeks AS mengalami penurunan terbesar dalam empat bulan pada hari Senin di tengah meningkatnya kekhawatiran seputar potensi dampak ekonomi dari virus korona Wuhan. Virus korona berasal dari Tiongkok dan telah menyebar ke negara lain, termasuk AS dan Prancis. Pihak berwenang Tiongkok telah memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga 2 Februari (mulai 30 Januari) untuk menahan epidemi virus korona. US Treasury menguat di tengah suasana 'risiko' yang dirasakan. Imbal hasil nota 10-tahun turun delapan basis poin menjadi 1,60 persen.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

OJK Pastikan Status Pasar Saham RI Tetap Emerging Market

EKONOMI
OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

OJK Pede Pasar Modal RI Punya Peluang Naik Level

EKONOMI
Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

Tertekan Sentimen MSCI, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 2 Persen

EKONOMI
18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

18 Saham Didepak dari MSCI, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

Jadi Sentimen Negatif IHSG, Rebalancing MSCI Bisa Picu Capital Outflow

EKONOMI
IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

IHSG Hari Ini 12 Mei 2026 Ditutup Turun 0,68 Persen ke 6.858

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon