Wall Street Berfluktuasi, Dow Jones Ditutup Negatif

Wall Street Berfluktuasi, Dow Jones Ditutup Negatif
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Spencer Platt )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 8 April 2020 | 05:26 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa aau Rabu pagi (8/4/2020) setelah menguat dari hari sebelumnya.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 26,13 (0,1 persen) menjadi 22.653,8 setelah indeks 30-saham unggulan ini sempat naik 937,25 poin, atau 4,1 persen pada level tertinggi tinggi harian. S&P 500 melemah 0,2 persen menjadi 2.659,41 setelah melonjak lebih 3 persen. Nasdaq Composite turun 0,3 persen menjadi 7.887,26 setelah reli 3 persen. Fluktuasinya perdagangan setelah naik signifikan pada hari sebelumnya, di mana Dow mencatat kenaikan terbesar ketiga dalam sejarah.

Baca juga: Corona Meluas, Dow Jones Ambles 300 Poin di Akhir Pekan

Sejumlah investor menilai, kinerja saham akan terbebani dampak ekonomi akibat virus corona setelah kuartal kedua. "Risiko downside (turun) lebih besar dibanding peluang naik dari titik di mana kita berdiri hari ini," kata Chief Equity Strategist Goldman Sachs David Kostin.

"Saya hanya mengingatkan Anda bahwa pada 2008 di kuartal keempat ada banyak aksi unjuk rasa yang berbeda, saya menyebutnya aksi unjuk rasa pasar, di antaranya hampir 20 persen, tetapi pasar tidak turun sampai Maret 2009."

Di AS, jumlah kasus baru corona telah turun dalam beberapa hari terakhir dari puncaknya. Pada Selasa (7/4/2020), Gubernur New York Andrew Cuomo melaporkan lonjakan kematian satu hari terbesar, namun pertumbuhan jumlah pasien rawat inap melambat. Kasus di Italia dan Spanyol, dua negara yang paling parah juga berkurang.

Di Asia, Korea Selatan melaporkan kurang 50 kasus baru untuk hari kedua. Tiongkok juga mencatat tidak ada kematian baru pada 6 April, atau pertama kalinya sejak Januari. Kedua negara di Asia ini tercatat memiliki lonjakan infeksi pada awal wabah.

Saham masih berada pada kondisi melemah (bearish). "Kekhawatiran saya saat ini adalah menghindari depresi ekonomi," kata CEO Lake Avenue Financial, Alex Chalekian.



Sumber: CNBC