ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jawa Sumbang Bobot Inflasi Terbesar

Selasa, 24 Juli 2012 | 19:01 WIB
IB
B
Uang rupiah
Uang rupiah (Antara)
Dari total inflasi di Pulau Jawa, provinsi DKI Jakarta mencatat 22,49 persen.

Bank Indonesia (BI) mencatat, pulau Jawa menyumbang bobot inflasi terbesar, yaitu sebesar 41,74 persen, disusul Sumatera 19,30 persen, dan Kawasan Timur Indonesia (KTI) 16,47 persen.

Dari total inflasi di Pulau Jawa, provinsi DKI Jakarta mencatat 22,49 persen.

Hingga Juni 2012, secara year on year (yoy) inflasi indeks harga konsumen (IHK) nasional tercatat sebesar 4,53 persen.

Direktur Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Difi Ahmad Johansyah mengatakan, sulit untuk memperkirakan inflasi di tengah gejolak saat ini. Apalagi, sumbangan Ramadhan dan Lebaran terhadap inflasi terbukti secara historis cukup besar di Indonesia.

“Mungkin hanya di Indonesia dan Malaysia yang masyarakatnya cenderung belanja dan mengkonsumsi berlebihan pada bulan Ramadhan. Sebab itu, kami berharap agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggandeng para ulama untuk menyosialisasikan agar lebih bijaksana dalam belanja,” kata Difi kepada wartawan di Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Jakarta, hari ini.

Inflasi bulan hingga akhir Juli 2012 dan Agustus 2012 diperkirakan tidak akan lebih dari 0,7 persen. "Sebenarnya sumbangan inflasi pada Ramadhan dan Lebaran 2012 tidak akan terlalu besar," kata dia.

Di sisi lain, terjadi gejolak dan kekurangan pasokan beberapa komoditas dari luar negeri. Sebagai contoh, kedelai, jagung, dan gandum yang pasokannya terhambat karena terjadi kekeringan di Amerika Serikat (AS). Namun, di berbagai tempat lainnya, pasokannya masih terjaga.

“Jika dibandingkan periode Ramadhan yang sama tahun lalu juga tidak terlalu besar. Tapi memang hanya kebetulan ada faktor gejolak pangan di luar negeri,” ujar dia.

Di pasar domestik, pasokan daging ayam dinilai tetap stabil terutama menjelang Ramadhan dimulai. Namun, BI terutama menyoroti pasokan daging sapi yang belakangan harganya meningkat sejak 2010.

“Mungkin saja ada permainan dari pedagang yang memanfaatkan momentum Ramadhan, sedangkan permintaannya cukup tinggi. Ini perlu dicermati,” ujar Difi.

 

 


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

EKONOMI
BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

EKONOMI
Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon