ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Minyak WTI Ambles 10% karena Permintaan Terjun Bebas

Rabu, 15 April 2020 | 05:58 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi eksplorasi minyak lepas pantai.
Ilustrasi eksplorasi minyak lepas pantai. (AFP)

New York, Beritasatu.com - Harga minyak turun tajam pada perdagangan Selasa (14/4/2020) dimana harga minyak acuan AS WTI turun kembali ke US$ 20 per barel, karena pengurangan produksi global tak akan mampu menutupi turunnya permintaan bahan bakar akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Negara-negara penghasil minyak global diperkirakan akan mengurangi produksi sebanyak 19,5 juta barel per hari. Namun pemangkasan tersebut dilaksanakan secara bertahap, dan dalam beberapa kasus tidak akan dimulai selama berminggu-minggu. Sebaliknya, permintaan anjlok sekitar 30 persen di seluruh dunia dalam beberapa minggu lalu.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS mencapai US$ 20,11 per barel, atau turun US$ 2,30 (10,3 persen). Sementara minyak mentah berjangka acuan internasional Brent turun US$ 2,14, (6,7 persen) menjadi US$ 29,60 per barel. Kedua acuan minyak dunia itu sudah turun lebih dari 50 persen sepanjang tahun ini.

ADVERTISEMENT

Para analis memuji Arab Saudi dan produsen besar lainnya karena memangkas produksi, tetapi mereka sulit mengejar ketinggalan permintaan yang terjun bebas.

Presiden Plains All American Pipeline Harry Pefanis menggarisbawahi poin tersebut pada sidang di Texas Selasa. Dia mengatakan bahwa kilang penyimpanan AS akan diisi pada pertengahan Mei. "Kami tidak dapat bertindak sebagai fasilitas penyimpanan untuk semua orang yang tidak memiliki pasar," kata Pefanis pada sidang Komisi Kereta Api Texas, di mana para regulator sedang mempertimbangkan pengurangan produksi.

OPEC + sepakat memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari pada Mei dan Juni. Sisanya dari Amerika Serikat, Kanada, dan negara lainnya. Pemotongan ini untuk menopang pelemahan harga. "Diperkiraan permintaan akan terjun bebeas sekitar 15 juta hingga 22 juta barel per hari pada April 2020, kita cenderung melihat perubahan besar dalam jangka pendek," kata Direktur Penelitian Investasi WisdomTree Nitesh Shah, yang berbasis di New York.

Persediaan minyak mentah AS naik 13,1 juta barel dalam sepekan hingga 10 April menjadi 486,9 juta barel, data dari kelompok industri American Petroleum Institute menunjukkan Selasa. Data resmi akan dirilis pada Rabu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Minyak Dunia Menuju Penurunan 8 Persen Pekan Ini

Harga Minyak Dunia Menuju Penurunan 8 Persen Pekan Ini

EKONOMI
Update Harga Minyak: Melemah Waspadai Ketegangan Timur Tengah

Update Harga Minyak: Melemah Waspadai Ketegangan Timur Tengah

EKONOMI
Akhirnya Harga Minyak Dunia Kembali ke Level Sebelum Perang Iran

Akhirnya Harga Minyak Dunia Kembali ke Level Sebelum Perang Iran

EKONOMI
Update Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah sejak Perang Iran

Update Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah sejak Perang Iran

EKONOMI
Harga Minyak Turun ke Level Terendah sejak Pecahnya Perang AS-Iran

Harga Minyak Turun ke Level Terendah sejak Pecahnya Perang AS-Iran

EKONOMI
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Efek Kesepakatan Damai AS-Iran

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Efek Kesepakatan Damai AS-Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon