The Fed Tahan Suku Bunga dan Kebijakan Moneter
Kamis, 30 April 2020 | 06:45 WIB
Washington, Beritasatu.com - Bank Sentral AS (the Federal Reserve) menahan suku bunga acuan di kisaran 0 persen-0,25 persen pada akhir rapat Federal Open Market Committee (FOMC), Rabu (29/4/2020). The Fed juga mengatakan akan mempertahankan kebijakan agresif hingga wabah ini berakhir.
"Krisis kesehatan publik ini akan membebani aktivitas ekonomi, tenaga kerja dan inflasi dalam jangka pendek, dan memiliki risiko yang cukup besar dalam jangka menengah. Komite akan mempertahankan kisaran suku bunga acuan hingga yakin bahwa situasi telah pulih, dan kembali ke target ketenagakerjaan dan target inflasi (2 persen)," demikian disampaikan the Fed dalam pernyataan resminya.
Wabah virus corona ini telah menyebabkan 24 juta warga AS kehilangan pekerjaannya. Wabah ini juga telah menginfeksi lebih dari 1 juta warga AS dan menewaskan lebih dari 61.000 orang.
The Fed juga mengatakan tidak akan terburu-buru menarik kembali kebijakan stimulusnya. "Kami akan menunggu hingga kami yakin perekonomian kembali ke jalur pemulihan," kata Gubernur The Fed Jerome Powell.
The Fed tidak mengumumkan target pertumbuhan ekonomi dan rencana pembelian obligasi ke depan. Namun, Jerome mengatakan the Fed akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan.
The Fed tidak mengumumkan langkah-langkah baru. Awal April, the Fed mengumumkan kebijakan senilai US$ 2,3 triliun untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) dan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak Covid-19. Kebijakan quantitative easing (QE) juga tetap berlaku dengan target dana yang tidak terbatas/sejauh diperlukan. Sejak pengumuman QE 15 Maret lalu, the Fed telah membeli aset senilai US$ 2,4 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




