Profil Duo Kevin yang Jadi Calon Pengganti Jerome Powell
Rabu, 6 Agustus 2025 | 11:30 WIB
New York, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku sudah mengantungi empat nama untuk menggantikan Ketua The Fed Jerome Powell.
Dua dari calon tersebut, yakni direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett, dan mantan anggota Dewan Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh. Sementara dua orang lainnya, masih belum ditentukan.
Melanir AP, berikut profil duo Kevin yang jadi calon kuat pengganti Jerome Powell.
Kevin Hassett
Hassett merupakan direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, yang telah mendukung agenda presiden, dari advokasinya untuk pemotongan pajak penghasilan dan tarif hingga dukungannya terhadap pemecatan Komisioner BLS, Erika McEntarfer, baru-baru ini.
Hassett menjabat di pemerintahan Trump sebagai ketua Dewan Penasihat Ekonomi. Ia meraih gelar doktor ekonomi dari University of Pennsylvania dan bekerja di American Enterprise Institute yang berhaluan kanan sebelum bergabung dengan Gedung Putih Trump pada tahun 2017.
Ketika pengumuman perpisahan dengan Hassett pada 2019, Trump menyebutnya sebagai "sahabat sejati" yang telah melakukan pekerjaan yang hebat. Hassett menjadi anggota di Hoover Institution, yang berlokasi di Universitas Stanford. Ia kemudian kembali ke pemerintahan untuk membantu menangani pandemi.
Kevin Warsh
Warsh merupakan mantan gubernur The Fed yang mengundurkan diri pada 2011. Warsh saat ini menjadi peneliti di Hoover Institution. Dia juga salah satu orang yang mendukung pemotongan suku bunga acuan.
"Presiden berhak untuk frustrasi dengan Powell dan The Fed," kata Warsh di acara "Sunday Morning Futures" di Fox News bulan lalu.
Warsh semakin kritis terhadap The Fed yang saat ini berada di bawah pimpinan Powell dan menyerukan perubahan besar-besaran pada cara The Fed menjalankan bisnis serta perjanjian antara Departemen Keuangan dan The Fed.
Ia mengatakan bahwa keraguan The Fed untuk memotong suku bunga, sebenarnya merupakan kelemahan mereka.
"Bayangan kesalahan yang mereka buat dalam inflasi setelah pandemi, masih melekat. Jadi, salah satu alasan mengapa presiden mendesak The Fed secara terbuka adalah kita membutuhkan perubahan rezim dalam pelaksanaan kebijakan," tutur dia.
"Dia sangat dihormati," kata Trump pada bulan Juni ketika ditanya langsung tentang Warsh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




