PT SPV Siap Dorong Pertumbuhan Industri Lewat Penurunan Harga Gas
Sabtu, 6 Juni 2020 | 05:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT South Pacific Viscose (PT SPV), perusahaan serat viscose berbahan dasar kayu untuk pasar global siap mendorong produktivitas perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan industri melalui kebijakan penurunan harga gas jadi US$ 6 MMBTU.
Keputusan penurunan harga gas itu dikukuhkan dalam penandatanganan nota kesepahaman implementasi Kepmen No 89 K/10/MEM/2020 antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk Group dengan pelanggan perusahaan bertempat di Kantor Pusat PGN, Jakarta, pada Jumat (5/6/2020).
"Langkah awal ini merupakan milestone bagi industri dan PGN untuk menuju pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 dengan meningkatkan daya saing industri di pasar global," kata Presiden Direktur PT South Pacific Viscose, Venkatachalam Sundararajan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Sabtu (6/6/2020).
Menurut dia, semakin cepat penurunan harga gas direalisasikan, maka membantu peningkatan daya saing industri dan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi, terutama pada pemulihan pascakrisis akibat pandemi.
Head of Corporate Affairs PT South Pacific Viscose, Widi Nugroho Sahib berharap MoU ini dapat menjadi momen baik bagi semua untuk dapat bergerak maju dengan jadwal implementasi penurunan harga gas industri yang lebih konkret. "Sebagai suatu bisnis sangat penting bagi kami untuk dapat merencanakan segala sesuatunya dengan baik dan meningkatkan daya saing industri di pasar global," kata Widi.
PT South Pacific Viscose, merupakan anak perusahaan dari kelompok usaha Lenzing AG di Austria yang berlokasi pabrik di Purwakarta, menghasilkan serat viscose berbahan dasar kayu yang digunakan dalam industri teksti dan hasil produksinya telah memasok 60 persen pasar ekspor serta sisanya untuk pasar domestik yang merupakan kapasitas produksi terbesar di Asia Tenggara.
Dengan kapasitas produksi mencapai 325.000 ton setiap tahunnya, mempertahankan posisi SPV sebagai pemimpin pasar di Asia Tenggara dan menjadikan SPV sebagai produsen serat rayon terbesar kedua di dunia setelah perusahaan induk di Lenzing AG (Austria).
Dengan kapasitas produksi yang cukup besar tersebut, kebijakan penurunan harga gas industri yang akan diimplementasikan merupakan dukungan besar dalam kegiatan produksi sehingga dapat menjadi modal bagi perusahaan untuk meningkatkan daya saing, pascapandemi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




