Wall Street Sambut Positif Kebijakan Baru the Fed soal Inflasi
Kamis, 27 Agustus 2020 | 20:49 WIB
New York, Beritasatu.com - Bank Sentral AS (the Federal Reserve) mengeluarkan kebijakan baru, hari ini Kamis (27/8/2020). The Fed siap membiarkan inflasi naik lebih dari normal dalam rangka menggerakkan pasar tenaga kerja dan perekonomian secara keseluruhan.
Kebijakan baru the Fed di era pandemi ini mendorong Dow Jones naik 0,37 persen, S&P 5500 naik 0,07 persen, sementara Nasdaq turun 0,19 persen di awal perdagangan hari ini.
Dalam pidatonya yang ditunggu-tunggu pelaku pasar di seluruh dunia, Gubernur the Fed Jerome Powell mengatakan pihaknya secara formal menyetujui kebijakan "target rata-rata inflasi". Hal ini berarti the Fed akan membiarkan inflasi naik secara moderat di atas target 2 persen "untuk sementara waktu" setelah di periode sebelumnya inflasi selalu gagal mencapai target tersebut.
Perubahan kebijakan ini diformalkan dalam cetak biru kebijakan berjudul "Pernyataan Tujuan Jangka Panjang dan Strategi Kebijakan Moneter" yang diadopsi pertama kali pada tahun 2012. Cetak biru ini berisi pendekatan the Fed dalam menentukan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi secara umum.
Kebijakan baru ini berarti the Fed akan cenderung menahan suku bunga ketika tingkat pengangguran berkurang, selama inflasi tidak ikut naik. Biasanya, the Fed melihat bahwa tingkat pengangguran yang rendah akan mendorong inflasi yang tinggi, sehingga the Fed memangkas suku bunga sebelum itu terjadi.
"Banyak yang menilai kebijakan mendorong inflasi ini counterintuitive (tidak sesuai). Namun, inflasi yang terlalu rendah untuk waktu yang lama memiliki risiko besar bagi perekonomian," kata Powell.
Powell mengatakan bahwa kebijakan the Fed menekankan pada penciptaan lapangan kerja yang maksimal dan luas dan inklusif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




