ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Evolusi Penyaluran Bantuan Sosial Dorong Inklusi Keuangan

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:00 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, memberikan sambutan dalam webinar “Strategi Sektor Keuangan Non Bank dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Teknologi”, Selasa (27/10/2020).
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, memberikan sambutan dalam webinar “Strategi Sektor Keuangan Non Bank dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Teknologi”, Selasa (27/10/2020). (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, inklusi keuangan merupakan salah satu hal yang saat ini terus didorong pemerintah, antara lain melalui perbaikan berbagai aturan atau regulasi. Misalnya saja dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, berbagai bantuan program perlindungan sosial diberikan dalam bentuk cash transfer melalui perbankan.

"Saya beri contoh, program keluarga harapan (PKH), itu dulu tidak lewat bank. Dulu itu duitnya diambil, persis seperti zaman bantuan langsung tunai (BLT) tahun 2005. Tetapi secara gradual, program ini mulai diperbaiki," kata Suahasil saat memberikan sambutan dalam webinar "Strategi Sektor Keuangan Non Bank dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Teknologi", Selasa (27/10/2020).

Selain BLT, lanjut Suahasil, berbagai bantuan sosial lainnya juga telah disalurkan melalui perbankan yang menjadi bagian dari inklusi keuangan. Dengan begitu, beberapa program perlindungan sosial dengan skala yang besar bisa dijalankan dengan lebih baik.

"Bila kita akan memberikan perlindungan sosial yang diberikan secara massif kepada masyarakat, kita punya rekening bank-nya. Masyarakat sudah terdaftar di bank dan kita bisa tahu persis ke mana menyalurkan uangnya," kata Suahasil.

ADVERTISEMENT

Evolusi dari cash transfer menurutnya akan meningkatkan layanan keuangan kepada masyarakat. Masyarakat yang semula menjadi penerima bantuan bisa mendapatkan akses kredit perbankan hingga asuransi. "Cash transfer menjadi salah satu modalitas yang sangat penting dilakukan oleh pemerintah, dan sangat massif," kata Suahasil.

Setelah masyarakat mulai mendapatkan akses ke layanan kredit, langkah selanjutnya yang diharapkan pemerintah adalah bisa mendapatkan layanan asuransi sebagai perlindungan kepada masyarakat.

"Yang kita inginkan supaya asuransi juga terus berkembang. Tentu kita harapkan industri asuransi Indonesia akan semakin meningkat. Regulasi kita perbaiki, kemudian juga intermediasi dan pengawasan diperbaiki," kata Suahasil.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

EKONOMI
Aset Tumbuh 7 Persen di Kuartal I, BTPN Syariah Catat Kinerja Positif

Aset Tumbuh 7 Persen di Kuartal I, BTPN Syariah Catat Kinerja Positif

EKONOMI
OJK Sambut Insentif Fiskal untuk Dorong Daya Saing Pasar Modal

OJK Sambut Insentif Fiskal untuk Dorong Daya Saing Pasar Modal

EKONOMI
Gerak Syariah 2026 Himpun Rp 6,83 Triliun, Literasi Terus Digenjot

Gerak Syariah 2026 Himpun Rp 6,83 Triliun, Literasi Terus Digenjot

EKONOMI
SNLIK 2026 Ukur Literasi dan Inklusi Keuangan hingga Tingkat Provinsi

SNLIK 2026 Ukur Literasi dan Inklusi Keuangan hingga Tingkat Provinsi

JAWA BARAT
Perluas Inklusi Keuangan, BNI Hadirkan Agen46 hingga Pelosok Kota Bima

Perluas Inklusi Keuangan, BNI Hadirkan Agen46 hingga Pelosok Kota Bima

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon