ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Listing Senin, Indointernet Siap Raup Dana Segar Rp 595,97 Miliar

Minggu, 7 Februari 2021 | 14:58 WIB
LO
B
Penulis: Lona Olavia | Editor: B1
Karyawan melihat monitor perdanganan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
Karyawan melihat monitor perdanganan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Indointernet Tbk atau Indonet pada Senin 8 Februari 2021 siap menjadi emiten ketujuh yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021 melalui mekanisme penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Emiten yang memiliki kegiatan usaha telekomunikasi, aktivitas jasa informasi, dan aktivitas dengan sub sektor perangkat lunak (software) dan jasa teknologi informasi (TI) tersebut akan menyandang kode saham EDGE dan dicatatkan di papan pengembangan.

Berdasarkan keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (7/2/2021), harga penawaran EDGE adalah senilai Rp 7.375 dengan jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 404.050.000 lembar saham. Dengan demikian maka kapitalisasi pasar dari perusahaan ini sebesar Rp 2,97 triliun.

Dalam IPO, official partner Alibaba Cloud dan Google Cloud tersebut akan menawarkan 80,81 juta lembar saham. Total dana yang diraih mencapai Rp 595,97 miliar. Di mana, 90% dana hasil IPO untuk tambahan setoran modal kepada EDG, yang selanjutnya akan digunakan untuk pembangunan edge data center (EDC).

Adapun, total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan EDC adalah sekitar Rp 468,90 miliar dan periode pelaksanaan pembangunannya telah dimulai pada 2020 dan sekitar 90% dari proses pembangunan gedung saat ini telah selesai. Rencana belanja modal (capital expenditure/capex) untuk EDC dilakukan bertahap dengan realisasi sampai dengan November 2020 adalah sebesar Rp 101,12 miliar.

ADVERTISEMENT

Selain itu, sekitar 6% dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk capex berupa pembelian perangkat untuk pengembangan jaringan digitalisasi. Sisanya, sekitar 4% akan diserap perseroan untuk modal kerja pengembangan digitalisasi jaringan.

Indointernet untuk informasi, didirikan pada tahun 1994 dan sebagian besar sahamnya atau tepatnya 38,9% dimiliki oleh Otto Toto Sugiri. Otto merupakan figur senior di bidang IT dan salah satu pemegang saham sekaligus Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang baru melantai di BEI 6 Januari 2021.

Meski baru didirikan pada 2011, perusahaan yang bergerak dalam bidang industri penyedia jasa aktivitas penyimpanan data di server (hosting) dan aktivitas terkait lainnya ini sudah lebih dulu IPO di harga Rp 420 dan pada penutupan perdagangan Jumat (5/2) kemarin harganya sudah di level Rp 8.250.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

IHSG Sepekan Menguat Tipis 0,18 Persen, Transaksi Bursa Justru Menguat

IHSG Sepekan Menguat Tipis 0,18 Persen, Transaksi Bursa Justru Menguat

EKONOMI
BEI: 11 Perusahaan Besar Siap IPO, Total Antrean 15 Emiten

BEI: 11 Perusahaan Besar Siap IPO, Total Antrean 15 Emiten

EKONOMI
BEI Tegaskan Dialog dengan MSCI Positif, Risiko Downgrade Mereda

BEI Tegaskan Dialog dengan MSCI Positif, Risiko Downgrade Mereda

EKONOMI
Menanti Validasi MSCI, Reformasi Pasar Modal RI Masih Dievaluasi

Menanti Validasi MSCI, Reformasi Pasar Modal RI Masih Dievaluasi

EKONOMI
BEI Pastikan Komunikasi Intensif dengan Investor dan Indeks Global

BEI Pastikan Komunikasi Intensif dengan Investor dan Indeks Global

EKONOMI
MSCI Resmi Umumkan Evaluasi Saham RI, Ini Keputusan Lengkapnya

MSCI Resmi Umumkan Evaluasi Saham RI, Ini Keputusan Lengkapnya

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon