ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Persatuan Insinyur Akan Bantu Bangun Ibu Kota Baru

Jumat, 20 Agustus 2021 | 21:49 WIB
CP
CP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: PAAT
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) berkomitmen untuk membantu membangun ibu kota baru. Ketua Umum PII Heru Dewanto dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Himawan Hariyoga menandatangani nota kesepahaman secara daring, Jumat (21/08/2021).

Pada nota kesepahaman itu, PII dan Bappenas bersepakat untuk melakukan kajian dan implementasi perencanaan program pembangunan nasional antara lain dalam bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan, pembangunan ibu kota negara (IKN), pembangunan kepariwisataan, serta pembangunan rendah karbon.

Heru mengatakan semua pihak harus memberikan yang terbaik untuk negara. Menurut Heru, para insinyur harus bisa berperan demi menjawab permasalahan-permasalahan di Indonesia.

"Para insinyur tidak hanya dituntut untuk membangun energi baru terbarukan untuk menggantikan energi fosil, tapi juga ditantang untuk melakukan transisi energi menuju sistem ketenagalistrikan, yang mampu membuka potensi energi terbarukan di berbagai daerah di nusantara," kata Heru.

ADVERTISEMENT

Menurut Heru, para insinyur yang nanti terlibat dalam pembangunan IKN, tidak hanya ditantang untuk membangun kota yang smart, green, sustainable, modern, berstandar internasional dan bisa menjadi identitas bangsa. Namun, para insinyur juga ditantang untuk membangun IKN yang mendorong perekonomian negara.

"Menjadi big push strategi pemulihan ekonomi nasional, acuan standar baru ibu kota dunia, menjadi cawan bagi ledakan kelahiran inovasi teknologi anak bangsa, dan menjadi pusat keuangan regional dan dunia yang baru," tegas Heru.

Heru juga mengatakan para insinyur ditantang untuk mengubah paradigma ekonomi linear menjadi ekonomi sirkular, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi hijau yang berkualitas dan berkelanjutan.

Sementara itu, Himawan mengatakan semua pihak tidak bisa lagi berpikir dengan cara yang sama di tengah kondisi pandemi Covid-19. Menurut Himawan, harus ada paradigma dan pendekatan baru yang diterapkan, termasuk dalam pembangunan nasional.

"Kita memerlukan paradigma dan pendekatan baru dalam perumusan kebijakan pembangunan nasional, tidak cukup pemerintah bergerak sendirian, diperlukan kerjasama multipihak yang salah satunya dibutuhkan kerja sama dengan PII," kata Himawan.

Himawan juga berharap paradigma dan pendekatan baru dapat diterapkan dalam pembangunan IKN yang rencananya dibangun di wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

"Pengembangan IKN sebagai ajang pengembangan inovasi dan teknologi para insinyur. IKN akan diarahkan sebagai kota dunia untuk semua, simbol negara maju," demikian Himawan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Relaksasi Impor Harus Diimbangi Kekuatan Industri

Relaksasi Impor Harus Diimbangi Kekuatan Industri

EKONOMI
Tsunami Barang Impor Bisa Matikan Industri Lokal

Tsunami Barang Impor Bisa Matikan Industri Lokal

EKONOMI
Indonesia Tak Akan Maju Tanpa Reindustrialisasi

Indonesia Tak Akan Maju Tanpa Reindustrialisasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon