ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Semester I, Laba Matahari Department Store Naik Jadi Rp 533 Miliar

Kamis, 26 Agustus 2021 | 17:04 WIB
LO
WP
Penulis: Lona Olavia | Editor: WBP
PT Matahari Department Store Tbk meresmikan pembukaan gerai OVS Kids Mono Store pertama di Indonesia, yang berlokasi di Grand Indonesia, West Mall 2nd floor, Jakarta Pusat.
PT Matahari Department Store Tbk meresmikan pembukaan gerai OVS Kids Mono Store pertama di Indonesia, yang berlokasi di Grand Indonesia, West Mall 2nd floor, Jakarta Pusat. (Beritasatu Photo/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) telah kembali meraih profitabilitas dengan mencetak laba bersih Rp 533 miliar hingga semester I 2021, dibandingkan rugi bersih Rp 358 miliar di semester I 2020. Penjualan kotor tercatat Rp 6,6 triliun atau naik 67% dari semester I 2020. Kemudian pendapatan Matahari bersih sebesar Rp 3,6 triliun, 58% di atas periode yang sama tahun 2020.

CEO Matahari Terry O'Connor mengatakan, hasil ini dicapai meskipun terdapat pembatasan mudik yang mempengaruhi penjualan Lebaran, penurunan daya beli , pembatalan cuti bersama dan beberapa langkah demi melindungi kesehatan masyarakat seperti pengurangan jam operasional. "Kami senang dapat kembali meraih profitabilitas dan ini merupakan bukti kerja keras dan ketekunan karyawan. Kami telah melunasi utang dan memiliki saldo kas yang sangat sehat pada akhir periode," ungkap O’Connor dalam keterangan tertulis, Kamis (26/8/2021).

Perseroan yakin dapat tampil jauh lebih baik setelah pembatasan sosial berkurang seiring semakin cepatnya vaksinasi Covid-19. Perseroan menjadikan musim lalu sebagai pembelajaran utama bagi musim Lebaran 2022. "Dengan orang-orang kami yang sekarang telah divaksinasi sepenuhnya, dan protokol keamanan kuat, kami percaya berada di posisi tepat untuk memanfaatkan pemulihan mendatang di gerai-gerai kami dan pencapaian omni channel," pungkasnya.

Dikatakan O’Connor Matahari telah melihat kemajuan yang menjanjikan di bidang operasional utama. Misalnya, marjin yang lebih dapat diprediksi dengan penghentian penjualan merek dan mode yang berkinerja buruk, modernisasi barang dagangan, dan wilayah operasi yang ditata ulang demi produktivitas.

ADVERTISEMENT

Auric Digital Retail baru-baru ini telah menjadi pemegang saham terbesar di perseroan, yang menambah keyakinan akan kepastian pengembangan, kontinuitas dan pelaksanaan strategi.

Di sisi lain, perseroan berkeyakinan bahwa sahamnya bernilai terlalu rendah, sehingga perseroan meluncurkan program pembelian kembali saham pada Agustus 2021, dengan maksimal 15% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan dengan dana yang dialokasikan sebesar Rp 450 miliar.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon