The Federal Reserve: Kenaikan Suku Bunga Masih Jauh
Minggu, 29 Agustus 2021 | 07:43 WIB
New York, Beritasatu.com - Ketua the Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS kemungkinan besar akan mengurangi stimulus (tapering) pada akhir tahun, tetapi kenaikan suku bunga masih jauh.
Dalam pertemuan tahunan the Fed di Jackson Hole, Wyoming, Powell mengatakan perekonomian AS telah mencapai titik di mana dukungan kebijakan tidak lagi dibutuhkan.
Hal ini berarti the Fed akan mengurangi program pembelian obligasi tiap bulan sebesar US$ 120 miliar sebelum akhir tahun ini, sepanjang pemulihan ekonomi AS masih berjalan. Berdasarkan pernyataan dari pejabat bank sentral lainnya, tapering paling cepat akan terjadi pada pertemuan the Fed 21-22 September mendatang.
Namun, tapering tidak akan dibarengi dengan kenaikan suku bunga.
"Waktu dan kecepatan tapering bukan berarti sinyal langsung bahwa suku bunga akan ikut naik, di mana kami memiliki tes yang berbeda dan lebih ketat untuk itu," kata Powell, Jumat (27/8/2021) waktu setempat.
Meskipun inflasi saat ini cukup solid di target 2%, tetapi the Fed masih merasa tingkat ketenagakerjaan belum mencapai titik maksimal. Angka tenaga kerja adalah indikator kedua, selain inflasi, dalam menentukan kenaikan suku bunga. Angka pengangguran Juli ada di 5,4%, membaik dari level tertinggi pada April 2020 lalu di 14,8% tetapi belum mencapai level prapandemi di 3,5% pada Februari 2020.
Pasar modal bereaksi positif terhadap hasil pertemuan the Fed di Jackson Hole. Bursa AS Wall Street naik pada perdagangan Jumat (28/8/2021). Dow Jones Industrial Average naik 242,68 poin, atau 0,6%, menjadi 35.455,80. S&P 500 naik 0,8% mencapai level tertinggi baru di 4.509,37. Nasdaq Composite bertambah 1,2%, juga mencapai rekor baru pada 15.129,50.
Dalam rangka memulihkan ekonomi, the Fed memangkas suku bunga mendekati 0% dan mempercepat program pembelian stimulus atau quantitative easing, di mana saat ini neraca the Fed mendekati US$ 8,4 triliun, naik dua kali lipat dari Maret 2020.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




