ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Fokus Investor Wall Street Kini Tertuju pada Data Tenaga Kerja

Minggu, 29 Agustus 2021 | 07:59 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Orang-orang berjalan melewati situs pengujian Covid-19 bergerak di satu jalan di New York, Amerika Serikat, pada Selasa 20 Juli 2021.
Orang-orang berjalan melewati situs pengujian Covid-19 bergerak di satu jalan di New York, Amerika Serikat, pada Selasa 20 Juli 2021. (Xinhua/Wang Ying)

New York, Beritasatu.com - Dengan berakhirnya pertemuan tahunan the Federal Reserve di Jackson Hole, maka fokus investor Wall Street untuk seminggu ke depan tertuju pada laporan ketenagakerjaan Agustus.

Ketua the Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS kemungkinan besar akan mengurangi stimulus (tapering) pada akhir tahun, tetapi kenaikan suku bunga masih jauh.

Meskipun inflasi saat ini cukup solid di target 2%, tetapi the Fed masih merasa tingkat ketenagakerjaan belum mencapai titik maksimal. Angka tenaga kerja adalah indikator kedua, selain inflasi, dalam menentukan kenaikan suku bunga. Angka pengangguran Juli ada di 5,4%, membaik dari level tertinggi pada April 2020 lalu di 14,8% tetapi belum mencapai level prapandemi di 3,5% pada Februari 2020.

Michael Arone, chief investment strategits di State Street Global Advisors, mengatakan kepada CNBC.com, bahwa pernyataan Powell berhasil menghindari taper tantrum atau aksi jual masif menyusul pengurangan stimulus seperti yang terjadi pada tahun 2013.

ADVERTISEMENT

Kini, pelaku pasar memantau data ketenagakerjaan Agustus yang akan dirilis Jumat (3/9/2021).

Sebelumnya, pandangan para ekonom memperkirakan tapering kemungkinan akan terjadi paling cepat pada 21-22 September mendatang, tetapi kini mereka memperkirakan akan terjadi pada November atau Desember karena ketidakpastian yang ditimbulkan varian delta.

Survei ekonom Dow Jones memperkirakan 750.000 tenaga kerja baru terserap pada bulan Agustus dan tingkat pengangguran akan membaik ke 5,2%. Bulan Juli, 943.000 tenaga kerja baru terserap dan angka pengangguran membaik ke 5,4%. Sektor pendidikan menjadi penyumbang terbesar dengan 261.000 tenaga kerja.

Wall Street bereaksi positif terhadap pernyataan the Fed. Dow Jones Industrial Average naik 242,68 poin, atau 0,6%, menjadi 35.455,80. S&P 500 naik 0,8% mencapai level tertinggi baru di 4.509,37. Nasdaq Composite bertambah 1,2%, juga mencapai rekor baru pada 15.129,50.

Tiga indeks saham utama menutup minggu ini di zona hijau. Dow ditutup naik 0,9%, sedangkan S&P 500 menguat 1,5% dan Nasdaq bertambah 2,8%.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Nominasikan Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed

Trump Nominasikan Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed

EKONOMI
Powel Terancam Pidana, Amerika Berpotensi Terjerat Lonjakan Utang

Powel Terancam Pidana, Amerika Berpotensi Terjerat Lonjakan Utang

EKONOMI
The Fed Kembali Turunkan Suku Bunga 25 Bps ke 3,50 Persen-3,75 Persen

The Fed Kembali Turunkan Suku Bunga 25 Bps ke 3,50 Persen-3,75 Persen

EKONOMI
The Fed Turunkan Suku Bunga 25 Bps, Siap Pangkas Lagi 2 Kali Tahun Ini

The Fed Turunkan Suku Bunga 25 Bps, Siap Pangkas Lagi 2 Kali Tahun Ini

EKONOMI
Profil Duo Kevin yang Jadi Calon Pengganti Jerome Powell

Profil Duo Kevin yang Jadi Calon Pengganti Jerome Powell

EKONOMI
Trump Sudah Kantongi 4 Nama Gantikan Ketua The Fed Jerome Powell

Trump Sudah Kantongi 4 Nama Gantikan Ketua The Fed Jerome Powell

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon