The Federal Reserve Waspadai Dampak Omicron
Selasa, 30 November 2021 | 07:54 WIB
Washington, Beritasatu.com- Ketua the Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan Covid-19 varian omicron dan kenaikan kasus baru-baru ini merupakan ancaman terhadap pemulihan ekonomi AS dan target inflasi.
Demikian menurut pernyataan yang disiapkan untuk dibacakan Powell di hadapan Senat, Selasa (30/11/2021).
"Kekhawatiran akibat virus ini mengurangi kemauan orang-orang kembali bekerja, yang mana akan memperlambat pemulihan pasar tenaga kerja dan mengganggu rantai pasok," menurut Powell.
Selain Powell, Menteri Keuangan Janet Yellen juga dijadwalkan memberi keterangan kepada Komite Perbankan Senat.
Powell mengakui kesulitan dalam memperkirakan dampak dari gangguan rantai persediaan, tetapi tampaknya gangguan ini akan menyebabkan inflasi tinggi hingga tahun depan. Inflasi baru akan melandai tahun depan setelah permintaan mulai menurun dan persediaan barang-barang meningkat.
Jumat lalu, pasar modal AS anjlok akibat sentimen omicron. Dow Jones terkoreksi dalam hingga 2,5%, S&P 500 turun 2,3%, Nasdaq minus 2,2%.
The Fed baru-baru ini mulai melakukan tapering program stimulus US$ 120 miliar secara bertahap hingga pertengahan 2022, lalu diikuti dengan menaikkan suku bunga.
Presiden Joe Biden mengatakan pemerintah tidak perlu melakukan lockdown jika semua orang divaksinasi dan memakai masker. Biden juga mengatakan tidak ada pembatasan perjalanan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




