Jokowi Ingatkan Ancaman Krisis Pangan, Ini Solusinya
Kamis, 2 Juni 2022 | 18:28 WIB
Sumba Timur, Beritasatu.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat ancaman krisis pangan yang kemungkinan terjadi di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia.
Kepala Negara mengatakan, Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agricultural Organization/FAO] dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan bahwa dunia saat ini dan akan datang bakal mengalami krisis pangan.
"Ini sudah kelihatan. Sekarang harga-harga pangan dunia semuanya naik. Oleh sebab itu, harus ada rencana besar, harus ada plan negara kita menghadapi ancaman krisis pangan itu," kata Presiden Jokowi usai melakukan penanaman sekaligus menyaksikan panen sorgum bersama Ibu Iriana Joko Widodo di PT Sorghum Indonesia, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (2/6/2022).
Baca Juga: WTO Desak Negara-negara untuk Tidak Blokir Ekspor Pangan
Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia sebagai negara agraris banyak alternatif dan pilihan yang bisa dikerjakan seperti diversifikasi pangan serta alternatif-alternatif bahan pangan. "Tidak hanya tergantung pada beras karena kita memiliki jagung, memiliki sagu, dan juga ini sebetulnya tanaman lama kita, yang ketiga adalah sorgum. Barangnya ini," kata Presiden Jokowi.
Ia menyebutkan bahan pangan sorgum sudah ditanam di Kabupaten Sumba Timur di atas lahan seluas 60 hektare.
"Kita melihat sendiri hasilnya, seperti tadi kita lihat sangat baik, secara keekonomian juga masuk, bisa merekrut banyak sekali SDM tenaga kerja kita, dan hasilnya per hektare per tahun bisa bersih kurang lebih 50-an juta. Ini juga sangat bagus," kata dia. Disebutkan, dengan lahan penanaman seluas 60 hektare jika dibagi 12, per bulan sudah mencapai kurang lebih 4 jutaan ton. "Ini kan juga sebuah hasil yang tidak kecil," ujarnya.
Baca Juga: Inflasi Global Meningkat, Kadin Antisipasi Krisis Pangan
Presiden Jokowi sudah memerintahkan kepada gubernur dan bupati untuk betul-betul memastikan berapa luas lahan yang bisa dipakai untuk menanam sorgum, sehingga Indonesia tidak tergantung pada gandum serta jagung impor.
"Karena di sini sudah dicoba jagung kurang berhasil. Coba sorgum sangat berhasil, karena memang sebelumnya sorgum itu sudah tumbuh baik dan ditanam oleh para petani kita di Sumba Timur dan di Provinsi Nusa Tenggara Timur," katanya.
Presiden Jokowi berharap setelah dilakukan uji coba akan ditemukan kendala dan problemnya sehingga dapat diperluas tanaman sorgum ini di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan harapan Indonesia memiliki alternatif pangan dalam rangka menghadapi krisis pangan dunia.
"Kalau memang kita berlebih, ada stok ya enggak apa-apa, justru ini yang ingin kita ekspor dan akan menghasilkan devisa bagi negara," kata Presiden Jokowi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




