Kaspersky Blokir 375.000 Serangan Malware di Indonesia 2021
Jumat, 17 Juni 2022 | 11:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kaspersky merilis laporan terbaru Threat Landscape 2021 di Indonesia, di mana pada tahun 2021, Kaspersky mendeteksi dan memblokir sebanyak 375.547 deteksi ancaman malware seluler di Indonesia, dengan deteksi terbanyak terjadi pada kuartal dua (April-Juni) dengan 123.602 deteksi. Jumlah ini turun dibandingkan 2019 yang mencapai 556.482 ancaman maupun di 2019 yang mencapai 378.967 ancaman.
Statistik tersebut, meski menurun, namun masih menempatkan Indonesia sebagai negara ke-4 dengan deteksi malware seluler terbanyak pada tahun 2021 secara global menyusul Rusia, Ukraina, dan Turki.
Laporan Kaspersky juga menunjukkan pada 2021 terdeteksi sebanyak 301 malware mobile banking terhadap Indonesia. Angka ini turun dari 1.228 deteksi pada 2019, namun meningkat dibandingkan dengan 249 deteksi pada tahun 2020. Lima malware seluler teratas yang dideteksi pada 2021 di Indonesia adalah trojan, trojan-downloader, trojan-dropper, trojan-proxy, trojan-SMS.
Baca Juga: Hindari Malware Pegasus, Pakar Sarankan Presiden Jokowi Tak Gunakan WhatsApp
General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong menyampaikan, masa depan di Asia Tenggara sudah pasti di mobile. Di permukaan, para pelaku kejahatan siber bisa menjadi terlihat semakin kurang aktif karena menurunnya serangan malware seluler. Namun ini adalah tren global dan bukan berarti kita menjadi lebih aman.
"Kita harus ingat bahwa saat kita semakin terbiasa dengan aplikasi pembayaran digital, secara tidak sadar kita menempatkan uang jerih payah kita di dalam perangkat, perangkat yang biasanya tetap rentan terhadap serangan malware sederhana. Di Asia Tenggara masih terdapat gap antara kesadaran akan ancaman dan aksi untuk mencegahnya, sehingga kami mendorong para penyedia pembayaran digital dan pembuat regulasi untuk terus membantu mengingatkan pengguna untuk juga selalu melindungi perangkat mobile mereka," kata Yeo Siang Tiong dalam keterangan resminya, Jumat (17/6/2022).
Yeo menyampaikan, para pelaku kejahatan siber sangat lihai dan akan mengambil setiap peluang untuk menargetkan pengguna perangkat mobile. Pengguna harus tetap waspada terlepas dari tinggi rendahnya jumlah serangan. Untuk itu, Kaspersky meningkatkan hal-hal berikut:
● Unduh aplikasi dari sumber resmi. Benar bahwa ini tidak menjamin keamanan 100% namun di toko resmi program berbahaya jauh lebih sedikit dan bila ada malware yang lolos akan lebih cepat dihilangkan.
● Usahakan untuk menggunakan aplikasi dari pengembang terpercaya dengan reputasi bagus untuk meminimalisir peluang serangan malware
● Abaikan aplikasi yang menjanjikan pembayaran yang tidak dikenal atau hadiah yang terlalu menggiurkan. Kemungkinan besar ini adalah scam.
● Jangan berikan aplikasi izin yang tidak perlu. Sebagian besar malware tidak akan berjalan penuh tanpa permintaan izin yang berbahaya, misalnya akses ke accessibility, akses ke pesan tertulis, dan penginstalan aplikasi tidak dikenal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




