Ancaman Siber Menggila, 15 Juta Serangan Targetkan Indonesia
Selasa, 10 Maret 2026 | 21:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan keamanan siber Kaspersky mencatat hampir 15 juta ancaman berbasis web menyerang pengguna internet di Indonesia sepanjang 2025. Lonjakan aktivitas siber ini terjadi di tengah meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia.
Berdasarkan data Oxford Insight, tingkat kesiapan Indonesia dalam mengadopsi teknologi AI telah mencapai 65,85%, terutama dalam sektor pemerintahan dan pengelolaan data. Namun, pesatnya perkembangan ekosistem digital tersebut juga diikuti meningkatnya berbagai modus kejahatan siber.
Dalam laporan keamanan tahunan Kaspersky Security Network (KSN), dikutip Selasa (10/3/2026), perusahaan tersebut mengungkapkan terdapat 14.909.665 serangan berbasis web yang berhasil dideteksi dan diblokir di Indonesia sepanjang tahun lalu. Angka ini setara dengan sekitar 40.848 percobaan serangan siber setiap hari.
Secara keseluruhan, sekitar 22,4% pengguna internet di Indonesia atau lebih dari satu dari empat pengguna mengalami ancaman online selama periode Januari hingga Desember 2025. Dengan kondisi tersebut, Indonesia berada di peringkat ke-84 dunia terkait tingkat risiko saat berselancar di internet.
Kaspersky menjelaskan, serangan melalui browser masih menjadi metode paling umum yang digunakan pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan malware. Para pelaku biasanya memanfaatkan celah keamanan pada browser dan plugin melalui teknik drive-by download, serta menggunakan rekayasa sosial untuk menipu pengguna.
Secara global, lima negara dengan tingkat pengguna yang paling banyak diserang ancaman berbasis web adalah Belarus, Andorra, Tajikistan, Ukraina dan Yunani.
Untuk mengurangi risiko serangan siber, disarankan untuk menghindari mengunduh dan memasang aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya. Jangan mengeklik tautan dari sumber tidak dikenal atau email mencurigakan.
Selain itu, gunakan kata sandi yang kuat dan unik serta aktifkan autentikasi dua faktor, serta selalu memperbarui sistem dan perangkat lunak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




