ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PP Tunas Perkuat Pertahanan Negara dari Ancaman Digital

Rabu, 1 April 2026 | 08:04 WIB
RS
SM
Penulis: Rino Fajar Setiawan | Editor: SMR
Akademisi Universitas Pertahanan Aris Sarjito di Kantor VCGamers, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (31/3/2026).
Akademisi Universitas Pertahanan Aris Sarjito di Kantor VCGamers, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (31/3/2026). (Beritasatu.com/Rino Fajar Setiawan)

Bekasi, Beritasatu.com – Ancaman digital yang kian masif dinilai tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpotensi mengganggu pertahanan negara. Peraturan Pemerintah (PP) Tunas dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional, terutama melalui perlindungan generasi muda.

Akademisi Universitas Pertahanan (Unhan) Aris Sarjito mengatakan ancaman siber saat ini sulit dikendalikan sehingga membutuhkan regulasi yang jelas.

“Semua pihak memahami ancaman siber, dalam pandangan saya, saat ini hampir tidak sepenuhnya dapat dikendalikan. Oleh karena itu, kehadiran PP Tunas menjadi langkah strategis, baik bagi pemerintah maupun pelaku usaha,” kata Aris saat ditemui di kantor VCGamers, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (31/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menilai pembatasan akses ruang digital bagi anak usia dini perlu diterapkan untuk mencegah masuknya nilai negatif yang dapat memengaruhi pola pikir.

Aris menekankan pentingnya penanaman nilai ketahanan nasional sejak dini agar tidak dipersepsikan hanya sebagai urusan militer atau teknis.

“Pemahaman mengenai ketahanan nasional juga harus ditanamkan sejak dini. Hal ini penting agar generasi muda tidak berpikir bahwa ketahanan nasional hanya menjadi domain militer atau teknis semata, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” jelasnya.

Ia juga menyoroti paparan konten digital yang tidak sesuai usia telah memengaruhi cara berpikir anak-anak, bahkan sejak usia dini.

“Terkait besarnya ancaman digital terhadap anak-anak, kita bisa melihat kondisi saat ini. Anak-anak usia dini, bahkan di bawah 10 tahun, cenderung membentuk pola pikir berdasarkan apa yang mereka lihat di ruang siber. Padahal, tidak semua konten tersebut layak dikonsumsi oleh usia mereka,” ungkap Aris.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menjadi ancaman serius bagi generasi mendatang, baik dari sisi ketahanan bangsa maupun keamanan nasional.

“Dengan demikian, ancaman ini sangat besar, terutama bagi generasi mendatang. Dari sisi ketahanan bangsa dan keamanan nasional, hal ini menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Aris menilai PP Tunas belum tentu mampu sepenuhnya membendung ancaman siber, tetapi menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat ketahanan generasi muda.

“Namun, saya tidak berani mengatakan bahwa PP Tunas dapat sepenuhnya membendung ancaman siber. Meski begitu, regulasi ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki rasa nasionalisme yang kuat ke depannya,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenkomdigi Tegaskan Anak Bukan Objek Eksperimen Platform Digital

Kemenkomdigi Tegaskan Anak Bukan Objek Eksperimen Platform Digital

EKONOMI
Soroti Bahaya Anak di Internet, Puteri Indonesia Dukung PP Tunas

Soroti Bahaya Anak di Internet, Puteri Indonesia Dukung PP Tunas

NASIONAL
PP Tunas dan Taman Bermain Digital yang Layak Anak

PP Tunas dan Taman Bermain Digital yang Layak Anak

OPINI
91 Persen Orang Tua Dukung PP Tunas, Verifikasi Usia Jadi Sorotan

91 Persen Orang Tua Dukung PP Tunas, Verifikasi Usia Jadi Sorotan

NASIONAL
Roblox Patuhi PP Tunas, Keamanan Anak Kini Diperketat

Roblox Patuhi PP Tunas, Keamanan Anak Kini Diperketat

NASIONAL
BNPT Ungkap Modus Rekrutmen Anak via Voice Chat Roblox

BNPT Ungkap Modus Rekrutmen Anak via Voice Chat Roblox

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon