ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BNPT Ungkap Modus Rekrutmen Anak via Voice Chat Roblox

Kamis, 30 April 2026 | 20:33 WIB
MS
DM
Penulis: Monique Handa Shafira | Editor: DM
 Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, mengungkap adanya indikasi penyalahgunaan fitur voice chat pada platform gim Roblox oleh jaringan terorisme. Fitur tersebut diduga dimanfaatkan untuk propaganda, perekrutan, hingga perencanaan aksi teror.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, mengungkap adanya indikasi penyalahgunaan fitur voice chat pada platform gim Roblox oleh jaringan terorisme. Fitur tersebut diduga dimanfaatkan untuk propaganda, perekrutan, hingga perencanaan aksi teror. (Beritasatu.com/Irfandi Ahmad Nasir)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, mengungkap adanya indikasi penyalahgunaan fitur voice chat pada platform gim Roblox oleh jaringan terorisme. Fitur tersebut diduga dimanfaatkan untuk propaganda, perekrutan, hingga perencanaan aksi teror.

Menurut Eddy Hartono, hasil pemeriksaan yang dilakukan Polri menunjukkan voice chat di Roblox menjadi salah satu sarana yang kerap digunakan kelompok teror untuk menjangkau target, terutama anak-anak.

“Fitur voice chat ini sangat diminati oleh jaringan terorisme untuk melakukan tiga hal, yakni propaganda, rekrutmen, dan perencanaan aksi teror. Khusus terhadap anak-anak, fokus utamanya adalah rekrutmen,” ujarnya di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Jakarta, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

Eddy Hartono menjelaskan, perekrutan biasanya diawali dengan membangun kedekatan emosional. Pelaku terlebih dahulu menjalin komunikasi intens, mendengarkan keluh kesah korban, lalu melakukan digital grooming untuk memperoleh kepercayaan.

Setelah hubungan terbangun, korban kemudian diarahkan untuk melanjutkan komunikasi di luar platform Roblox melalui aplikasi perpesanan, seperti WhatsApp dan Telegram. Pada tahap inilah doktrin radikal mulai disisipkan kepada korban.

BNPT mencatat telah melakukan langkah pencegahan terhadap upaya perekrutan yang menyasar sedikitnya 112 anak melalui platform Roblox. Menurut Eddy Hartono, fitur komunikasi di dalam gim tersebut kerap disalahgunakan sebagai alat digital grooming untuk mengumpulkan dan memengaruhi anak-anak.

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, BNPT bekerja sama dengan Kemenkomdigi serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Langkah yang dilakukan meliputi pemantauan konten yang mengandung ideologi radikal terorisme, edukasi di sekolah-sekolah, hingga kampanye literasi digital bagi anak dan orang tua.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pemutusan akses atau take down terhadap akun maupun konten yang dinilai membahayakan anak di bawah umur dan berpotensi menjadi sarana penyebaran paham radikal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenkomdigi Tegaskan Anak Bukan Objek Eksperimen Platform Digital

Kemenkomdigi Tegaskan Anak Bukan Objek Eksperimen Platform Digital

EKONOMI
Soroti Bahaya Anak di Internet, Puteri Indonesia Dukung PP Tunas

Soroti Bahaya Anak di Internet, Puteri Indonesia Dukung PP Tunas

NASIONAL
PP Tunas dan Taman Bermain Digital yang Layak Anak

PP Tunas dan Taman Bermain Digital yang Layak Anak

OPINI
91 Persen Orang Tua Dukung PP Tunas, Verifikasi Usia Jadi Sorotan

91 Persen Orang Tua Dukung PP Tunas, Verifikasi Usia Jadi Sorotan

NASIONAL
Roblox Patuhi PP Tunas, Keamanan Anak Kini Diperketat

Roblox Patuhi PP Tunas, Keamanan Anak Kini Diperketat

NASIONAL
TikTok Sudah Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Anak Indonesia

TikTok Sudah Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Anak Indonesia

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon