Serangan Malware ATM di AS Melonjak, Kerugian Tembus US$ 20 Juta
Jumat, 20 Februari 2026 | 18:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS) atau Federal Bureau of Investigation (FBI) mengungkapkan, AS mengalami kerugian lebih dari US$ 20 juta sepanjang 2025 akibat lonjakan serangan malware ATM jenis “jackpotting”. Modus ini memungkinkan pelaku memaksa mesin ATM mengeluarkan uang tunai tanpa transaksi resmi.
Dikutip dari Bleepingcomputer, Jumat (20/2/2026), FBI mencatat lebih dari 700 insiden jackpotting ATM terjadi sepanjang tahun lalu. Angka ini melonjak tajam dibandingkan total sekitar 1.900 kasus yang tercatat di seluruh Amerika Serikat sejak 2020.
Serangan jackpotting dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit. Pelaku menyasar lapisan perangkat lunak (software) yang mengontrol perangkat keras ATM, menggunakan malware seperti Ploutus.
FBI menjelaskan, ATM pada dasarnya dirancang untuk memverifikasi setiap transaksi ke bank sebelum uang dikeluarkan. Namun, malware Ploutus mampu melewati proses tersebut sepenuhnya.
“Malware Ploutus mengeksploitasi eXtensions for Financial Services (XFS), yakni lapisan perangkat lunak yang mengatur perintah fisik pada ATM. Apabila pelaku dapat mengirimkan perintah mereka sendiri ke XFS, mereka bisa melewati otorisasi bank dan memerintahkan ATM mengeluarkan uang kapan saja,” jelas FBI.
Dengan teknik ini, pelaku tidak memerlukan kartu bank, rekening nasabah, maupun persetujuan dari pihak bank untuk menarik uang.
Untuk memasang malware, pelaku biasanya mendapatkan akses fisik ke mesin ATM menggunakan kunci generik yang mudah diperoleh di pasaran. Setelah mesin dibuka, mereka melepas hard drive ATM, menyalin malware ke dalamnya, lalu memasangnya kembali. Dalam beberapa kasus, hard drive asli bahkan diganti dengan perangkat yang sudah dipasangi malware.
Serangan ini kerap tidak terdeteksi oleh institusi keuangan maupun operator ATM hingga uang tunai sudah raib.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




