ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengamat Ingatkan Waspada Potensi Krisis Ekonomi seperti Sri Lanka

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:42 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Orang-orang mengantre untuk membeli minyak tanah untuk keperluan rumah tangga di Kolombo, Sri Lanka pada 17 Juni 2022.
Orang-orang mengantre untuk membeli minyak tanah untuk keperluan rumah tangga di Kolombo, Sri Lanka pada 17 Juni 2022. (AFP)

Langkah kedua, lanjutnya, pemerintah harus menciptakan monopoli alamiah dalam produksi energi fosil dan makanan. Terapkan harga sebesar biaya marginal yang paling murah. Untuk menjalankan misi ini, maka Pemerintah dapat mengambil alih semua perusahaan batu bara, sehingga memiliki skala ekonomi yang sangat tinggi.

"Selain itu, pemerintah harus mengambil alih semua usaha perkebunan termasuk kelapa sawit dan produksi CPO-nya, sehingga skala ekonominya menjadi sangat besar," ungkapnya.

Monopoli alami, kata dia, merupakan monopoli dalam industri. Di mana, biaya infrastruktur tinggi dan hambatan masuk lainnya relatif terhadap ukuran pasar. Memberikan pemasok terbesar dalam suatu industri, seringkali pemasok pertama di pasar, keunggulan luar biasa atas pesaing potensial.

Secara khusus, suatu industri adalah monopoli alami jika biaya total satu perusahaan yang menghasilkan output total, lebih rendah daripada biaya total dua atau lebih. Hal ini sering terjadi dalam industri di mana biaya modal mendominasi, menciptakan skala ekonomi yang besar tentang ukuran pasar. Contohnya, termasuk utilitas publik seperti layanan air, listrik, dan telekomunikasi.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Sri Lanka Hampir Kehabisan Bensin dan Solar

Dalam krisis kali ini, maka energi dan produsen makanan juga dapat dilibatkan untuk menekan inflasi dari sisi biaya. Karena kelangkaan sumber daya, skala ekonomi, dan cakupan manfaat ekonomi.

Oleh karena itu, kemungkinan perusahaan yang menyediakan satu produk dan layanan atau perusahaan yang secara bersama-sama menyediakan sebagian besar produk dan layanan akan membentuk perusahaan (monopoli) atau sejumlah kecil perusahaan (oligopoli) sangat mungkin terjadi.

Deni mengatakan, inflasi dapat dikendalikan ketika biaya marginal untuk memproduksi energi dan makanan dibuat menjadi nol dan menciptakan harga pada biaya marginal yang paling rendah melalui natural monopoli untuk produk energi dan makanan yang tidak dapat diproduksi dengan biaya marginal sebesar nol.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

EKONOMI
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pengusaha Wajib Catat Jadwal Penting Ini

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pengusaha Wajib Catat Jadwal Penting Ini

MULTIMEDIA
Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

EKONOMI
Apresiasi Global terhadap Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik

Apresiasi Global terhadap Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik

EKONOMI
BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

NASIONAL
Studi Global: McDonald’s Indonesia Dongkrak Ekonomi Nasional

Studi Global: McDonald’s Indonesia Dongkrak Ekonomi Nasional

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon