ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Meski Dibayangi Resesi, Pemerintah Yakin Ekonomi 2023 Cerah

Sabtu, 5 November 2022 | 09:38 WIB
MM
WP
Penulis: Moh. Said Mashur | Editor: WBP
Ilustrasi ekspor impor
Ilustrasi ekspor impor (BeritaSatu/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara optimistis ekonomi Indonesia tahun 2022 tetap tumbuh positif meski di tengah ancaman resesi global. Kondisi perekonomian tahun ini yang positif membuat pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi tahun 2023 capai 5,3%.

"Pemerintah telah mendesain Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2023 sebagai shock absorberyang lebih fleksibel dan responsif," kata dalam acara media gathering di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (4/11/2022).

Suahasil menjelaskan sektor strategis seperti manufaktur dan perdagangan tumbuh ekspansif. Di saat yang bersamaan, konsumsi dan ekspor meningkat, serta investasi tumbuh meski belum optimal. Alhasil neraca perdagangan positif. Laju inflasi Indonesia juga dinilai jauh lebih moderat dibandingkan negara lain.

"Kita lihat akhir tahun nanti moga-moga lebih tinggi. Tahun depan? Kita lihat perekonomian Indonesia (saat ini) masih di angka 5,3% dengan segala macam potensi ancaman dari sekeliling dunia, tetapi kita rasa Indonesia akan terus tumbuh," kata Suahasil.

ADVERTISEMENT

Situasi perekenomian saat ini menurut Suahasil jauh berbeda dengan tahun 2020 di mana pandemi masih membebani semua sektor. "Kita tidak di situasi 2020, tahun ini dan semoga tahun depan kita berdoa gak ada efek luar biasa seperti 2020, jadi dalam konteks itu kita terus melanjutkan kegiatan ekonomi, makanya kita keluar dengan optimisme. Optimistis tapi tetap waspada," tegas Suahasil.

Pemerintah saat ini fokus mencari sumber-sumber pertumbuhan baru yang sifatnya jangka menengah dan panjang. Salah satunya melalui ekonomi hijau atau green economy. Selain itu, hilirisasi industri terutama di sektor pertambangan guna menambah lapangan kerja dan meningkatkan penerimaan negara.

Pertumbuhan ekonomi 2023 juga diharapkan didorong dunia usaha, khususnya UMKM. Pemerintah menargetkan penyaluran kredit kepada UMKM dapat mencapai 30% dari penyaluran total kredit perbankan. Sementara reformasi struktural dan pembangunan infrastruktur terus didorong.

Sebagai informasi, Kemenkeu telah menetapkan APBN 2023 dengan target pendapatan negara sebesar Rp 2.463 triliun dan belanja negara mencapai Rp 2.061,2 triliun. Sehingga defisit menyentuh Rp 598,2 triliun atau setara 2,84% dari produk domestik bruto (PDB).



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

EKONOMI
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pengusaha Wajib Catat Jadwal Penting Ini

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pengusaha Wajib Catat Jadwal Penting Ini

MULTIMEDIA
Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

EKONOMI
Apresiasi Global terhadap Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik

Apresiasi Global terhadap Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik

EKONOMI
BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

NASIONAL
Studi Global: McDonald’s Indonesia Dongkrak Ekonomi Nasional

Studi Global: McDonald’s Indonesia Dongkrak Ekonomi Nasional

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon