ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemenkeu Optimistis Belanja Negara Terserap di Akhir Tahun

Sabtu, 5 November 2022 | 17:32 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Ilustrasi rupiah.
Ilustrasi rupiah. (BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim)

Bogor, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) optimistis bisa menggunakan sisa anggaran belanja negara sebesar Rp 1.192,5 triliun secara optimal.

Catatan Kemenkeu menunjukan, realisasi belanja negara hingga September 2022 baru 61,6% atau Rp 1.913,9 triliun dari pagu Rp 3.106,4 triliun. Pemerintah masih harus merealisasikan anggaran belanja Rp 1.192,5 triliun hingga akhir tahun 2022.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Made Arya Wijaya mengatakan secara historis tren belanja pada kuartal IV 2022 berada di kisaran Rp 900 triliun sampai Rp 970 triliun. Sedangkan selisih antara Rp 1.192,5 triliun dengan Rp 900 triliun akan digunakan untuk membayar subsidi dan kompensasi BBM (Bahan Bakar Minyak).

"Kami optimistis akan terserap sampai akhir tahun, karena normalnya begitu secara tren historis. Pada kuartal IV belanja kita selalu mencapai Rp 900 triliun selama tiga bulan," ucap Made dalam media gathering di di Swiss Belhotel Bogor, Sabtu (5/11/2022).

ADVERTISEMENT

Made merinci jika dilihat pada kuartal IV realisasi belanja bisa menyentuh angka Rp 900 triliun karena terjadi lonjakan belanja. Kegiatan belanja barang dan belanja modal kita yang dilaksanakan secara kontraktual biasanya jatuh tempo di bulan Desember.

"Pembayaran termin akan berakhir di Desember, sehingga transaksi akan selalu naik di kuartal IV khususnya di November dan Desember," kata Made.

Dia menuturkan jika melihat pola belanja secara kontraktual , pemerintah baru membayarkan uang muka 20% dari nilai proyek. Pembayaran akan dilanjutkan secara bertahap sesuai dari progres proyek. Hal ini menyebabkan tagihan kepada pemerintah akan meningkat pada akhir tahun.

"Rata-rata kalau kontraktor bagus, yang modalnya cukup baik, yang modalnya cukup baik, mereka malas wara-wiri. Dengan uang muka saja cukup kok, nanti ditagih pada bulan Desember. Makanya tagihan biasanya menumpuk di Desember," kata Made.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonom Dorong Belanja Negara Fokus Ciptakan Lapangan Kerja

Ekonom Dorong Belanja Negara Fokus Ciptakan Lapangan Kerja

EKONOMI
Kontribusi UMKM dalam Belanja Negara Sudah Capai 44 Persen

Kontribusi UMKM dalam Belanja Negara Sudah Capai 44 Persen

EKONOMI
Konpers APBN Ditunda, Defisit Tembus Rp 240 Triliun Per Maret 2026

Konpers APBN Ditunda, Defisit Tembus Rp 240 Triliun Per Maret 2026

EKONOMI
Tumbuh 31,4 Persen, Belanja APBN Kuartal I 2026 Capai Rp 815 T

Tumbuh 31,4 Persen, Belanja APBN Kuartal I 2026 Capai Rp 815 T

EKONOMI
Juda Agung Sebut Pertumbuhan Ekonomi Lebih Merata Tiap Kuartal

Juda Agung Sebut Pertumbuhan Ekonomi Lebih Merata Tiap Kuartal

EKONOMI
Belanja Negara Tembus Rp 815 T, Defisit APBN Capai Rp 240 T

Belanja Negara Tembus Rp 815 T, Defisit APBN Capai Rp 240 T

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon