ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Juda Agung Sebut Pertumbuhan Ekonomi Lebih Merata Tiap Kuartal

Senin, 27 April 2026 | 17:01 WIB
AS
MK
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: MBK
Wamenkeu Juda Agung.
Wamenkeu Juda Agung. (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan pemerintah mengubah pola belanja negara agar lebih merata di setiap triwulan pada tahun ini. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil sepanjang tahun.

Akibatnya, pola pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya kerap lebih tinggi pada triwulan IV kini diupayakan tidak lagi terjadi, karena distribusi belanja dibuat lebih seimbang sepanjang tahun.

“Di triwulan I, (sudah terealisasi) 21% dari target APBN. Triwulan II targetnya 26%, triwulan III 26%, dan triwulan IV juga 26%. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi itu merata, cepat, dan terjadi di tahun yang sama,” kata Juda di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026).

ADVERTISEMENT

Adapun pada triwulan I 2026, realisasi belanja negara tercatat Rp 815 triliun atau setara 21,2% dari target APBN sebesar Rp 3.842,7 triliun. Belanja pada periode tersebut tumbuh 31,4% secara tahunan (year on year), jauh lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2025 yang hanya 1,4% (year on year).

Secara rinci, belanja pemerintah pusat mencapai Rp 610,3 triliun atau 19,4% dari target APBN, dengan pertumbuhan 47,7% (year on year). Sementara itu, transfer ke daerah tercatat Rp 204,8 triliun atau 29,5% dari target APBN, tetapi mengalami penurunan 1,1% (year on year).

Pada sisi lain, pendapatan negara mencapai Rp 574,9 triliun atau tumbuh 10,5% (year on year), setara 18,2% dari target APBN. Dengan realisasi tersebut, defisit APBN pada triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp 240,1 triliun atau 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menanggapi kekhawatiran pelebaran defisit hingga akhir tahun, Juda menegaskan pengelolaan fiskal tetap dilakukan secara hati-hati dan terukur. Ia menilai angka defisit triwulan I tidak bisa serta-merta diekstrapolasi untuk menggambarkan kondisi akhir tahun.

“Tentu saja kita tidak bisa langsung dikalikan dengan empat (jika asumsi defisit 0,93% setiap kuartal) jadi di atas 3% (defisit di akhir tahun),” ujarnya.

Juda memastikan kinerja APBN akan terus dipantau secara berkala, terutama dari sisi penerimaan pajak dan efektivitas belanja negara. Ia tetap optimistis defisit APBN dapat dijaga di bawah batas aman 3% terhadap PDB.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonom Dorong Belanja Negara Fokus Ciptakan Lapangan Kerja

Ekonom Dorong Belanja Negara Fokus Ciptakan Lapangan Kerja

EKONOMI
Kontribusi UMKM dalam Belanja Negara Sudah Capai 44 Persen

Kontribusi UMKM dalam Belanja Negara Sudah Capai 44 Persen

EKONOMI
Konpers APBN Ditunda, Defisit Tembus Rp 240 Triliun Per Maret 2026

Konpers APBN Ditunda, Defisit Tembus Rp 240 Triliun Per Maret 2026

EKONOMI
Tumbuh 31,4 Persen, Belanja APBN Kuartal I 2026 Capai Rp 815 T

Tumbuh 31,4 Persen, Belanja APBN Kuartal I 2026 Capai Rp 815 T

EKONOMI
Belanja Negara Tembus Rp 815 T, Defisit APBN Capai Rp 240 T

Belanja Negara Tembus Rp 815 T, Defisit APBN Capai Rp 240 T

EKONOMI
Purbaya Sebut Defisit APBN Tembus Rp 240 Triliun Per Maret 2026

Purbaya Sebut Defisit APBN Tembus Rp 240 Triliun Per Maret 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon