Dideportasi Tiongkok, 600 Orang Pembelot Korea Utara Dilaporkan Menghilang
Jumat, 8 Desember 2023 | 07:55 WIB
Seoul, Beritasatu.com - Sebanyak 600 orang warga Korea Utara yang melarikan diri dari negara itu, dilaporkan menghilang setelah dideportasi secara paksa oleh Tiongkok pada Oktober 2023 lalu.
Sebuah kelompok hak asasi manusia (HAM) yang berbasis di Seoul, Korea Selatan mengatakan pada Kamis (7/12/2023), mereka memperingatkan kemungkinan ratusan orang ini menghadapi hukuman penjara, penyiksaan, kekerasan seksual, dan dieksekusi.
Laporan Kelompok Kerja Keadilan Transisi (TJWG) ini muncul sekitar dua bulan setelah Korea Selatan mengajukan protes kepada Tiongkok atas dugaan pemulangan paksa sejumlah besar warga Korea Utara yang berusaha melarikan diri ke Korea Selatan.
BACA JUGA
Lihat Kim Jong-un Teteskan Air Mata Saat Memohon Hal Ini, Ibu-ibu Korea Utara Menangis Massal
TJWG mengatakan, ratusan pembelot diangkut dengan bus dan van yang dari pusat penahanan Tiongkok melintasi perbatasan ke Korea Utara pada 9 Oktober.
Identitas para pembelot masih belum diketahui, tetapi sebagian besar dari mereka dilaporkan adalah kaum perempuan.
“Tidak ada komunikasi yang terjalin dengan para pembelot sejak mereka dipulangkan. Mereka yang dipulangkan secara paksa menghadapi kemungkinan penyiksaan, kekerasan seksual berbasis gender, pemenjaraan di kamp konsentrasi, aborsi paksa, dan eksekusi karena rezim otoriter mereka mencap mereka sebagai penjahat dan pengkhianat,” ujar kelompok HAM tersebut.
Media pemerintah Korea Utara belum mengomentari kasus ini, tetapi telah lama pemimpin negara Kim Jong-un mengecam pembelot sebagai manusia sampah, dan ia telah memperketat perbatasan selama beberapa tahun terakhir.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Oktober lalu membantah, ada orang-orang yang disebut pembelot di negaranya. Namun mereka mengakui, ada warga Korea Utara yang masuk secara ilegal karena alasan ekonomi, dan Beijing selalu menangani masalah ini sesuai dengan hukum.
Kementerian Unifikasi dan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan tidak segera memberikan komentar.
Jumlah pembelot Korea Utara yang tiba di Korea Selatan mencapai titik terendah selama pandemi Covid-19, ketika negara komunis itu menutup perbatasannya.
Pyongyang telah mencabut beberapa pembatasan terkait Covid-19, dan memulai kembali perdagangan serta pertukaran lainnya dengan Tiongkok. Data bea cukai Beijing menunjukkan peningkatan tajam dalam ekspor ke Korea Utara selama beberapa bulan terakhir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




