ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

OECD Resmi Mulai Pembahasan Keanggotaan Indonesia

Rabu, 21 Februari 2024 | 15:13 WIB
JS
R
Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: RZL
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Mathias Cormann di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 10 Agustus 2023.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Mathias Cormann di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 10 Agustus 2023. (Beritasatu.com/Arnoldus Kristianus)

Jakarta, Beritasatu.com - Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) telah telah resmi memulai pembahasan keanggotaan Indonesia. Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann mengatakan keputusan ini merupakan sesuatu yang bersejarah.

Menurutnya, ini adalah kali pertama adanya negara Asia Tenggara yang ingin bergabung dengan OECD. Ia pun menilai bahwa Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan di dunia yang memiliki pertumbuhan yang sangat dinamis.

“Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia merupakan pemain global yang signifikan, apalagi mengingat kepemimpinannya di kawasan maupun sekitarnya. Keputusan untuk membuka pembahasan proses aksesi akan menguntungkan Indonesia maupun OECD,” ucap Cormann dalam keterangan tertulisnya.

ADVERTISEMENT

“Indonesia ikut serta dalam proses keanggotaan di OECD juga akan memperkuat relevansi dan dampak organisasi ini,” ujarnya.

Indonesia sebelumnya resmi menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan OECD pada Juli lalu. Walau begitu, Indonesia sebenarnya telah lama menjadi negara mitra kunci OECD sejak 2007.

Nantinya, sekjen OECD akan mempersiapkan draf peta jalan aksesi Indonesia. Lebih dari 20 komite teknis juga akan melakukan review apakah Indonesia sudah sesuai dengan standar OECD.

Review ini juga akan menghasilkan rekomendasi bagi Indonesia agar sesuai dengan best practice organisasi tersebut. Adapun review meliputi area-area seperti perdagangan, investasi, sistem pemerintahan publik, upaya antikorupsi hingga upaya untuk melawan perubahan iklim.

Tidak ada tenggat waktu untuk proses aksesi ini. Artinya, kapan Indonesia bisa bergabung tergantung dengan apakah RI bisa menyesuaikan diri dengan standar OECD. Umumnya, dibutuhkan waktu sekitar 5-8 tahun untuk sebuah negara untuk bergabung. Keanggotaan baru sebuah negara juga membutuhkan persetujuan dari semua negara anggota OECD.

Indonesia berharap menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia pada tahun 2045. Keanggotaan OECD diharapkan dapat mendorong reformasi ekonomi. Jika diterima, Indonesia akan menjadi negara OECD ketiga dari Asia setelah Jepang dan Korea Selatan.

Keanggotaan Indonesia di OECD pun telah menerima respons positif dari negara anggota lainnya. Sebut saja Inggris. Bahkan, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak menyampaikan dukungannya terhadap keanggotaan OECD di Indonesia saat memberikan selamat kepada Prabowo Subianto karena telah menang Pilpres 2024.

“Kita memiliki banyak ruang lingkup kerja sama. Saya berkomitmen mempererat hubungan perdagangan Inggris-Indonesia, serta mendukung pendaftaran Indonesia ke OECD,” tulis Rishi Sunak dalam suratnya untuk Prabowo.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

EKONOMI
Jika Gabung OECD, Indonesia Tak Lantas Bersahabat dengan Israel

Jika Gabung OECD, Indonesia Tak Lantas Bersahabat dengan Israel

EKONOMI
Jika Jadi Anggota OECD, Standar Keuangan Indonesia Bakal Meningkat

Jika Jadi Anggota OECD, Standar Keuangan Indonesia Bakal Meningkat

EKONOMI
OJK: Standar Keuangan RI Akan Naik jika Resmi Jadi Anggota OECD

OJK: Standar Keuangan RI Akan Naik jika Resmi Jadi Anggota OECD

EKONOMI
Perangi Iklan Kerja Palsu ke Kamboja, Korsel Aktifkan Sensor Darurat

Perangi Iklan Kerja Palsu ke Kamboja, Korsel Aktifkan Sensor Darurat

INTERNASIONAL
Ternyata Jam Kerja Orang Jerman Terendah di Eropa, Apa Penyebabnya?

Ternyata Jam Kerja Orang Jerman Terendah di Eropa, Apa Penyebabnya?

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon