Thaksin Shinawatra Ditunjuk Jadi Penasihat Tak Resmi PM Malaysia untuk ASEAN
Senin, 16 Desember 2024 | 21:25 WIB
Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menunjuk Thaksin Shinawatra sebagai penasihat tidak resmi untuk mendukung kepemimpinan Malaysia sebagai Ketua ASEAN pada 2025.
“Saya setuju menunjuk Thaksin Shinawatra sebagai penasihat tidak resmi terkait tugas kepemimpinan ASEAN,” ujar Anwar dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, di Kuala Lumpur, Senin (16/12/2024).
Anwar menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Thaksin Shinawatra menerima undangan tersebut. Menurutnya, masukan dari sosok negarawan berpengalaman seperti Thaksin akan sangat membantu Malaysia dalam memimpin ASEAN di tahun mendatang.
Ia juga mengumumkan rencana pembentukan kelompok penasihat informal yang melibatkan perwakilan dari beberapa negara anggota ASEAN lainnya.
Malaysia secara resmi akan memulai perannya sebagai Ketua ASEAN pada 1 Januari 2025.
Menurut laporan media Thailand, Thaksin Shinawatrea diperkirakan akan berperan sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik Myanmar, salah satu tantangan terbesar bagi ASEAN. Pada Mei 2024 lalu, Thaksin dilaporkan telah melakukan komunikasi dengan sejumlah kekuatan oposisi di Myanmar untuk membuka dialog.
Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailand yang berusia 75 tahun, memiliki rekam jejak politik yang panjang. Setelah 15 tahun hidup dalam pengasingan, ia kembali ke Thailand pada tahun lalu dan dijatuhi hukuman penjara delapan tahun atas kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Namun, hukuman tersebut dikurangi menjadi satu tahun dan ia dibebaskan bersyarat karena alasan kesehatan.
Thaksin Shinawatra dikenal memiliki jaringan politik yang kuat di Asia Tenggara. Selain putrinya, Paetongtarn Shinawatra, yang kini menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand, ia juga memiliki hubungan baik dengan tokoh-tokoh berpengaruh seperti Presiden Senat Kamboja Hun Sen dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Dalam pidato penutupan KTT ASEAN ke-44 dan ke-45 di Laos Oktober lalu, Anwar Ibrahim menegaskan komitmen Malaysia untuk menjaga Asia Tenggara tetap damai, stabil, dan sejahtera. Tahun 2025 juga akan menandai satu dekade berdirinya Komunitas ASEAN, menjadikan peran Malaysia sebagai Ketua semakin krusial.
Thaksin Shinawatra sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung Malaysia dalam menghadapi tantangan regional, terutama dalam isu Myanmar yang menjadi ujian besar bagi kepemimpinan ASEAN.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




