ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Zelensky Ngambek, Donald Trump Hubungi Putin Terlebih Dahulu untuk Bahas Konflik Ukraina

Jumat, 14 Februari 2025 | 07:16 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Donald Trump (kanan) dan Vladimir Putin
Donald Trump (kanan) dan Vladimir Putin (Beritasatu.com)

Kiev, Beritasatu.com – Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan ketidakpuasannya ketika Presiden AS Donald Trump menelepon mitranya dari Rusia terlebih dahulu untuk membahas cara mengakhiri konflik Ukraina.

Diketahui, Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui telepon pada Rabu (12/2/2025), untuk membahas penghentian konflik Ukraina. Komunikasi ini menandai kontak pertama antara kedua pemimpin negara tersebut sejak perang di Ukraina pecah pada Februari 2022. 

Beberapa jam kemudian, pemimpin Gedung Putih itu berbicara melalui telepon dengan Zelensky.

ADVERTISEMENT

Zelensky, pada Kamis (13/2/2025), mengaku diskusi berjalan baik. Ia mengatakan, Presiden Trump tidak menggambarkan Putin dan Rusia sebagai prioritas utamanya untuk mengakhiri konflik Ukraina.

"Kami percaya kata-kata ini. Yang penting adalah mempertahankan dukungan dari Amerika Serikat. Saya tidak berpikir bahwa panggilan telepon itu berarti Trump perlu berbicara dengan Rusia terlebih dahulu. Namun, itu tidak menyenangkan, karena Anda tahu bagaimana kami dan Eropa bereaksi. Jangan bicara tentang Ukraina tanpa Ukraina berpartisipasi," kata Zelensky.

Zelensky mendeklarasikan Ukraina sebagai negara merdeka dan tidak akan menerima perjanjian bilateral apa pun tanpa terlibat dalam negosiasi.

Sementara Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan akan ada negosiasi bilateral Rusia-AS dan dialog dengan Ukraina.

Selama panggilan telepon pada 12 Februari 2025, pemimpin Rusia dan Amerika Serikat sepakat untuk bertemu dan mengundang satu sama lain untuk mengunjungi negara mereka. Trump mengatakan kedua pemimpin berharap bertemu dalam waktu dekat, dan mungkin terjadi di Arab Saudi.

Pada konferensi pers Gedung Putih pada hari yang sama, Donald Trump menolak prospek Ukraina bergabung dengan NATO, sebagai jawaban untuk mengakhiri konflik Ukraina. Ia juga mendukung pernyataan Menteri Pertahanan AS Hegseth bahwa akan sulit bagi Ukraina untuk memulihkan perbatasan sebelum tahun 2014, ketika Rusia mencaplok Semenanjung Krimea.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Usai Korespondensi, Istri Trump Jalin Komunikasi dengan Putin

Usai Korespondensi, Istri Trump Jalin Komunikasi dengan Putin

INTERNASIONAL
Trump Tak Akan Kenakan Tarif Baru ke China, Eropa Diminta Ambil Peran

Trump Tak Akan Kenakan Tarif Baru ke China, Eropa Diminta Ambil Peran

INTERNASIONAL
Trump Dititipi Istri Surat untuk Putin, Penasaran Isinya?

Trump Dititipi Istri Surat untuk Putin, Penasaran Isinya?

INTERNASIONAL
Rudal Patriot Ukraina Kewalahan Hadapi Manuver Maut Iskander Rusia

Rudal Patriot Ukraina Kewalahan Hadapi Manuver Maut Iskander Rusia

INTERNASIONAL
Trump Targetkan Perdamaian Rusia-Ukraina Tuntas sebelum 8 Agustus

Trump Targetkan Perdamaian Rusia-Ukraina Tuntas sebelum 8 Agustus

INTERNASIONAL
Eks Letkol AS Bocorkan Rahasia Militer Ukraina di Situs Kencan

Eks Letkol AS Bocorkan Rahasia Militer Ukraina di Situs Kencan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon