Perang Dagang Memanas! AS Naikkan Tarif Resiprokal 125 Persen ke China
Kamis, 10 April 2025 | 09:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif resiprokal menjadi 125% kepada China, hanya berseling beberapa jam setelah negeri Tirai Bambu itu menaikkan bea masuk 84% terhadap barang-barang AS.
Dengan keputusan Trump itu, perang dagang AS dan China pun kian memanas.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump telah menunda kebijakan tarif terhadap negara-negara mitra dagang selama 90 hari dan mengenakan tarif resiprokal sebesar 10%.
Perang dagang antara kedua negara adidaya itu akan berdampak pada kenaikan harga yang akan dirasakan konsumen di AS dan menggagalkan upaya China untuk menghidupkan kembali ekonominya yang sedang lesu.
Meski demikian, pemerintah China tetap bertekad untuk tidak tunduk pada tekanan Trump dan akan memberikan tindakan balasan.
"Jika AS bersikeras untuk meningkatkan pembatasan ekonomi dan perdagangannya, China memiliki kemauan kuat dan sarana yang melimpah untuk mengambil tindakan balasan yang diperlukan dan berjuang sampai akhir," kata Kementerian Perdagangan China sebelum mengumumkan kenaikan tarif barunya, dikutip dari AP News, Kamis (10/4/2025).
Sementara itu, sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa Trump akan memberikan balasan yang lebih jauh terhadap pihak-pihak yang merugikan negaranya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump diketahui memberikan tarif resiprokal tambahan kepada China sebesar 125% ketika ia menunda penerapan tarif kepada negara-negara mitra dagang lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




