ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Vietnam Diterjang Topan Terkuat 2025, Ratusan Ribu Orang Dievakuasi

Senin, 25 Agustus 2025 | 17:17 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Kapal pesiar kembali berlabuh menjelang Topan Kajiki di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan.
Kapal pesiar kembali berlabuh menjelang Topan Kajiki di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok selatan. (AP/AP)

Hanoi, Beritasatu.com – Vietnam menutup bandara, meliburkan sekolah, dan melakukan evakuasi massal saat bersiap menghadapi Topan Kajiki, badai terkuat yang melanda negara itu pada 2025.

Topan Kajiki membawa angin berkecepatan hingga 166 km/jam saat mendekati pantai tengah Vietnam dan diperkirakan menguat sebelum menghantam daratan pada Senin (25/8/2025) sore, menurut badan cuaca nasional.

“Ini adalah badai yang bergerak cepat dan sangat berbahaya,” ujar pemerintah Vietnam dalam pernyataan resminya, memperingatkan ancaman hujan lebat, banjir, dan tanah longsor.

ADVERTISEMENT

Topan ini, yang merupakan badai kelima di Vietnam di tahun 2025, saat ini menghantam Teluk Tonkin dengan gelombang setinggi 9,5 meter. Pusat badai diprediksi mendarat di antara Provinsi Thanh Hoa dan Nghe An.

Dengan garis pantai panjang yang menghadap Laut China Selatan, Vietnam memang rawan topan mematikan. Pemerintah memperkirakan kekuatan Kajiki setara dengan Topan Yagi yang melanda tahun lalu dan menewaskan sekitar 300 orang dengan kerugian mencapai US$ 3,3 miliar (sekitar Rp 54,5 triliun).

Lebih dari 325.500 warga di lima provinsi pesisir dievakuasi ke sekolah dan gedung publik yang dijadikan tempat penampungan. Hingga Senin pagi, hampir 30.000 orang telah dipindahkan, sementara 16.000 personel militer dikerahkan.

Dua bandara di Thanh Hoa dan Quang Binh ditutup, sementara Vietnam Airlines dan Vietjet membatalkan puluhan penerbangan. Semua kapal nelayan juga dipanggil kembali ke pelabuhan.

“Kami belum pernah menghadapi topan sebesar ini,” kata Le Manh Tung (66), salah satu pengungsi di stadion olahraga Vinh. 

“Saya takut, tetapi kami harus menerimanya karena alam tidak bisa dilawan,” katanya.

Kajiki sebelumnya melanda pantai selatan Pulau Hainan, Tiongkok, pada Minggu (24/8/2025), memaksa Kota Sanya mengehentikan semua transportasi umum dan bisnisnya.

Para ilmuwan menilai perubahan iklim akibat ulah manusia meningkatkan intensitas badai dan banjir di kawasan tropis.

Menurut Kementerian Pertanian Vietnam, lebih dari 100 orang tewas atau hilang akibat bencana alam sepanjang tujuh bulan pertama 2025, dengan kerugian ekonomi lebih dari US$ 21 juta (sekitar Rp 347 miliar).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Topan Kajiki Hantam Vietnam, Ombak 2 Meter Banjiri Jalan

Topan Kajiki Hantam Vietnam, Ombak 2 Meter Banjiri Jalan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon