Presiden Iran Telepon Emir Qatar, Desak Negara Islam Lawan Israel
Kamis, 11 September 2025 | 12:22 WIB
Iran, Beritasatu.com- Presiden Iran Masoud Pezeshkian langsung menelpon pemimpin Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani setelah Israel meluncurkan serangan ke Doha, Qatar.
Dalam percakapan telepon pada Selasa (9/9/2025) malam waktu setempat tersebut, Pezeshkian menyerukan solidaritas negara-negara Islam untuk melawan Israel.
“Menyerukan kepada negara-negara Islam untuk mengambil sikap bersatu dan terkoordinasi untuk mengutuk agresi terbuka dari Israel, baik secara lisan maupun tindakan. Kecaman ini untuk mencegah Israel mengulangi perilakunya,” ujar Pezeshkian, dikutip dari Tasnimnews, Kamis (11/9/2025).
Pezeshkian menegaskan pihaknya , siap mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk mendukung Qatar.
“Iran mengecam keras agresi rezim Israel terhadap Qatar. Iran berdiri teguh di samping saudara-saudara kami di Qatar,” tegasnya.
Menurut Pezeshkian, serangan yang diluncurkan Israel ke Doha sebenarnya ditujukan untuk mengancam stabilitas dan perdamaian seluruh kawasan dan melakukan kejahatan tanpa henti. Bukan untuk membela keamanannya sendiri.
“Rezim zionis Israel mengabaikan semua norma dan hukum internasional yang berlaku. Mereka menjalankan tindakannya dengan dukungan Amerika Serikat. Negara-negara di kawasan Timur Tengah perlu bersatu melawan kejahatan Israel,” tandas Pezeshkian.
Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani sendiri menyambut positif dukungan dari Iran. Syekh Tamim juga berharap komunikasi antara Iran dan negara-negara Islam lainnya dengan Qatar akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang guna menekankan pentingnya upaya bersama untuk menghentikan kejahatan Israel di kawasan tersebut.
Serangan Israel ke Qatar dilaporkan sebagai upaya Israel memburu pimpinan kelompok Hamas. Hamas dalam pernyataan resminya menyebut para pemimpin utamanya selamat dari serangan tersebut, tetapi lima anggota tingkat bawahnya tewas, termasuk putra Khalil al-Hayya, pemimpin Hamas untuk Gaza dan negosiator utamanya, tiga pengawal, dan kepala kantor al-Hayya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




