Inggris dan Prancis Kutuk Serangan Israel ke Doha
Rabu, 10 September 2025 | 13:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Serangan Israel terhadap ibu kota Qatar, Doha, menuai kecaman dari sejumlah pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Starmer menilai serangan itu melanggar kedaulatan Qatar dan berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan. Ia mendesak segera tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Hamas, serta menekankan pentingnya pembebasan sandera dan percepatan distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza.
“Prioritasnya adalah gencatan senjata segera, pembebasan sandera, serta pengiriman bantuan besar-besaran ke Gaza,” ujar Starmer dikutip Aljazeera, Rabu (10/9/2025).
Macron juga mengecam keras tindakan Israel. Ia menegaskan serangan tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
“Serangan itu tidak bisa diterima, apa pun alasannya,” kata Macron.
Presiden Prancis itu sekaligus menyampaikan solidaritas penuh kepada Qatar dan Emir Sheikh Tamim Al Thani. Macron menegaskan perang antara Israel dan Hamas tidak boleh meluas ke wilayah lain.
“Saya mendukung penuh Qatar dan pemimpinnya. Konflik ini tidak boleh menyebar lebih jauh,” tambahnya.
Israel Klaim Target Hamas di Doha
Militer Israel sebelumnya melancarkan serangan udara ke Doha dengan alasan menargetkan pimpinan senior Hamas yang bermarkas di kota tersebut.
“IDF dan ISA melakukan serangan presisi terhadap para pemimpin senior Hamas,” demikian pernyataan militer Israel dikutip AFP, Selasa (9/9).
Israel menegaskan kembali bahwa sasarannya adalah Hamas yang dianggap bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober 2023 di Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan operasi militer di Doha sepenuhnya merupakan inisiatif Israel dan bukan campur tangan pihak lain.
“Operasi ini sepenuhnya adalah tindakan Israel. Kami yang memulai, melaksanakan, dan bertanggung jawab penuh,” tegas Netanyahu dalam pernyataan resmi yang dilansir Aljazeera.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




