Analis Ungkap Alasan Serangan Israel ke Qatar Tak Terdeteksi
Rabu, 10 September 2025 | 17:12 WIB
Doha, Beritasatu.com- Serangan Israel ke markas besar kepemimpinan politik Hamas di Qatar pada Selasa (9/9/2025) menimbulkan pertanyaan dan kebingungan karena mulus tak terdeteksi oleh perangkat militer dan keamanan canggih milik Qatar. Menurut analis perang, hal ini kemungkinan salah satunya karena Israel memiliki intelijen dengan jangkauan jauh.
Profesor studi perang di Universitas Deakin, Ahmed Hashim mengatakan, Israel memiliki tentakel intelijen yang menjangkau jauh ke seluruh wilayah tersebut.
“Kemungkinan Israel menggunakan pesawat jet Adir versi yang dimodifikasi dari jet tempur F-35 AS, disertai dengan F-15I Ra'am yang dimodifikasi untuk perlindungan udara. Israel biasanya menyimpan sekitar 46 jet Adir F-35 di pangkalan udara Nevatim yang jaraknya 2.250 kilometer dari Doha,” jelas Hashim.
Dilansir dari ABC Australia, Rabu (10/9/2025) jet tempur Adir dapat dilengkapi dengan tangki bahan bakar yang memungkinkannya bisa terbang sekitar 2.200 kilometer, tetapi tidak perlu diterbangkan sampai ke sasaran.
"Rudal-rudal itu akan berfungsi dari jarak jauh. Jadi saya rasa pesawat-pesawat itu tidak perlu berada langsung di atas Doha. Pesawat itu bisa menyerang dari jarak jauh dengan presisi, dan saya pikir jet tersebut dipandu ke sana oleh intelijen dari darat,” jelas Hashim.
Mengingat sifat siluman dari jet F-35, maka kemungkinan besar kehadirannya luput dari perhatian sehingga tak terdeteksi oleh jet tempur mau pun radar milik Qatar.
“Jet-jet tempur itu harus terbang di atas Arab Saudi, dan kemungkinan besar Yordania untuk mencapai Qatar. Namun, mungkin Arab Saudi tidak bisa mendeteksinya dan bahkan jika terdeteksi pun mendeteksinya, saya rasa mereka tidak akan berbenturan dengan rudal-rudal itu," kata Hashim.
Hashim menilai peralatan perang yang digunakan Israel menyerang Qatar, mungkin memiliki perlindungan pertahanan udara dengan beberapa rudal untuk melindungi serangan dari intervensi asing melalui udara.
Serangan Israel ke Qatar dilaporkan sebagai upaya Israel memburu pimpinan kelompok Hamas. Sementara itu, Hamas dalam pernyataan resminya menyebut para pemimpin utamanya selamat dari serangan tersebut, tetapi lima anggota tingkat bawahnya tewas, termasuk putra Khalil al-Hayya, pemimpin Hamas untuk Gaza dan negosiator utamanya, tiga pengawal, dan kepala kantor al-Hayya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




