Trump dan PM Qatar Bahas Perdamaian Timur Tengah di New York
Sabtu, 13 September 2025 | 12:48 WIB
New York, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani di New York pada Jumat (12/9/2025) waktu setempat. Pertemuan ini berlangsung hanya beberapa hari setelah serangan udara Israel menargetkan para pemimpin Hamas di Doha.
Menurut laporan media lokal, pertemuan tersebut juga akan dihadiri Steve Witkoff, utusan khusus Trump. Kehadiran Witkoff disebut menegaskan pentingnya diskusi ini, terutama terkait peran Qatar dalam memediasi perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Sebelum menuju New York, PM Qatar terlebih dahulu melakukan pembicaraan singkat dengan Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Gedung Putih. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu dilaporkan “sangat positif.”
NBC News menyebutkan, kedua belah pihak membahas kerja sama pertahanan serta peran Qatar sebagai mediator dalam upaya gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Kunjungan PM Qatar ke AS dilakukan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) darurat Arab yang diusulkan Qatar. KTT ini digelar sebagai respons atas serangan Israel pada Selasa (9/9/2025) yang menargetkan pemimpin Hamas.
Trump sendiri pada Selasa (9/9/2025) sebelumnya menyampaikan penyesalan mendalam atas lokasi serangan itu. Ia bahkan menegaskan kepada para pemimpin Qatar melalui sambungan telepon bahwa peristiwa serupa tidak akan terjadi lagi di wilayah mereka.
Meski menuding Israel berusaha menyabotase peluang perdamaian, Qatar menegaskan tidak akan mundur dari perannya. Negara Teluk tersebut tetap berkomitmen menjadi mediator utama dalam negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Pertemuan Donald Trump dan PM Qatar di New York diharapkan dapat membuka jalan bagi langkah-langkah baru menuju stabilitas kawasan, terutama setelah eskalasi serangan militer yang menimbulkan kekhawatiran global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




