ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Negara G7 Siapkan Sanksi Baru untuk Rusia Agar Perang Berakhir

Minggu, 14 September 2025 | 06:03 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Serangan udara Rusia menghantam Kyiv, Ukraina pada Minggu, 7 September 2025 .
Serangan udara Rusia menghantam Kyiv, Ukraina pada Minggu, 7 September 2025 . (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Jakarta, Beritasatu.com – Para menteri keuangan negara-negara Group of Seven (G7) menggelar pertemuan virtual pada akhir pekan ini untuk membahas sanksi tambahan terhadap Rusia. Mereka juga mendiskusikan kemungkinan penerapan tarif terhadap negara-negara yang dianggap “mendukung” perang Rusia di Ukraina.

Menteri Keuangan Kanada, Francois-Philippe Champagne, yang memimpin pertemuan itu mengatakan, G7 sepakat mempercepat pembahasan penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk mendanai pertahanan Ukraina. Selain itu, mereka juga membicarakan beragam langkah ekonomi, termasuk sanksi tambahan dan tarif perdagangan, untuk menekan Rusia.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mendesak negara-negara G7 agar mengikuti langkah Amerika Serikat (AS) dengan memberlakukan tarif pada negara yang membeli minyak Rusia.

ADVERTISEMENT

“Hanya dengan upaya bersama yang memutus sumber pendanaan perang Putin, kita bisa memberikan tekanan ekonomi cukup besar untuk mengakhiri pembunuhan yang tak masuk akal ini,” kata Bessent dalam pernyataan bersama, dikutip dari Reuters, Minggu (14/9/2025).

AS sebelumnya juga mendesak G7 dan Uni Eropa agar menerapkan tarif signifikan pada barang-barang dari China dan India untuk menekan kedua negara agar berhenti membeli minyak Rusia. Presiden Donald Trump bahkan telah menaikkan tarif impor dari India sebesar 25%, sehingga total tarif hukuman terhadap produk India mencapai 50%.

Meski begitu, Trump sejauh ini belum memberlakukan tarif tambahan pada impor dari China meskipun China masih membeli minyak Rusia. Pemerintahannya tengah berusaha menjaga gencatan dagang dengan China. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan terbang ke Madrid untuk melanjutkan pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, mengenai perdagangan, isu TikTok, dan pencucian uang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

IEA Minta Negara G7 Lepas Cadangan Minyak

IEA Minta Negara G7 Lepas Cadangan Minyak

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon