Langgar Gencatan Senjata, Serangan Udara Israel Tewaskan 9 Warga Gaza
Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:33 WIB
Gaza, Beritasatu.com — Serangan udara yang kembali dilancarkan Israel di Jalur Gaza pada Selasa (28/10/2025) malam menewaskan sedikitnya sembilan warga Palestina dan melukai sejumlah lainnya, menurut keterangan dari sumber medis setempat. Serangan ini menjadi pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang masih berlaku.
Salah satu serangan dilaporkan menghantam sebuah rumah di permukiman Sabra di Kota Gaza, kawasan yang berada di dalam “garis kuning”, wilayah yang seharusnya bebas dari operasi militer Israel sesuai kesepakatan damai.
Empat orang tewas dalam serangan tersebut, sementara beberapa warga lainnya masih dilaporkan hilang karena tertimbun reruntuhan bangunan. Demikian dilansir dari Antara.
Istilah “garis kuning” sendiri merujuk pada zona tempat pasukan Israel telah menarik diri berdasarkan isi perjanjian gencatan senjata. Garis ini membentang dari Gaza Utara hingga wilayah pinggiran Rafah.
Sementara itu, di Khan Younis, bagian selatan Jalur Gaza, lima warga Palestina lainnya turut menjadi korban jiwa setelah pasukan Israel menyerang sebuah kendaraan di dalam zona yang sama.
Serangan pada Selasa malam itu terjadi setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan perintah untuk melancarkan “serangan segera dan kuat” di wilayah Gaza, dengan alasan adanya dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok Hamas.
BACA JUGA
KTP Warga Israel di Cianjur Palsu
Menurut laporan jurnalis Anadolu, serangan udara dan tembakan artileri Israel juga menghantam kamp pengungsi Shati di bagian barat Kota Gaza, serta wilayah timur Deir al-Balah di Gaza tengah. Rudal bahkan dilaporkan jatuh di sekitar Kompleks Medis Shifa, salah satu rumah sakit terbesar di Gaza.
Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas sendiri mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025, sebagai bagian dari rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump. Fase pertama kesepakatan itu mencakup pertukaran tahanan dan sandera, sementara fase berikutnya akan berfokus pada pembangunan kembali Gaza serta pembentukan pemerintahan baru tanpa melibatkan Hamas.
Sejak perang dimulai pada Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 68.500 warga Palestina, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, serta menyebabkan lebih dari 170.000 orang lainnya luka-luka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




