Banjir Vietnam Tewaskan 55 Orang, 13 Masih Hilang
Sabtu, 22 November 2025 | 12:34 WIB
Hanoi, Beritasatu.com – Tim penyelamat di Vietnam terus berlomba menemukan lebih dari selusin orang yang masih hilang pada Sabtu (22/11/2025), setelah banjir besar yang melanda wilayah selatan–tengah selama sepekan. Pihak berwenang melaporkan sedikitnya 55 orang telah meninggal, menjadikannya salah satu bencana banjir paling mematikan tahun ini di Vietnam.
Hujan deras tanpa henti telah mengguyur kawasan tersebut sejak akhir Oktober. Sejumlah destinasi wisata populer turut terdampak, dengan beberapa area mengalami banjir berulang dalam beberapa hari. Kota pesisir Nha Trang bahkan sempat tergenang hingga satu blok penuh, sementara tanah longsor di jalur dataran tinggi sekitar Da Lat menimbulkan korban jiwa.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam, 55 orang tewas di enam provinsi sejak pekan lalu, dan upaya pencarian masih dilakukan terhadap 13 orang yang dilaporkan hilang. Provinsi pegunungan Dak Lak menjadi wilayah dengan dampak terparah, mencatat lebih dari dua lusin korban jiwa.
Upaya penyelamatan masih berlangsung intensif. Tim SAR mengevakuasi warga dari atap rumah dan puncak pohon saat air mulai surut pada Jumat. Media pemerintah melaporkan beberapa ruas jalan tetap putus dan tidak dapat dilalui, menghambat distribusi bantuan.
Hingga Sabtu siang, sekitar 300.000 warga masih mengalami pemadaman listrik, dari total lebih dari satu juta orang yang sebelumnya terdampak pemutusan aliran listrik akibat banjir.
Kantor statistik nasional mencatat bahwa bencana alam di Vietnam telah menyebabkan 279 orang tewas atau hilang serta kerugian lebih dari US$2 miliar sepanjang Januari hingga Oktober. Para ahli menyatakan kawasan Asia Tenggara, termasuk Vietnam, semakin rentan terhadap hujan ekstrem, dengan perubahan iklim memperburuk frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




