Trump Sebut Negosiasi Iran Berpotensi Dilanjutkan di Tengah Blokade
Rabu, 15 April 2026 | 09:47 WIB
Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, membuka peluang untuk melanjutkan pembicaraan damai untuk mengakhiri perang dengan Iran di Pakistan dalam waktu dekat. Pernyataan ini muncul setelah negosiasi yang digelar akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan, yang memicu Washington untuk memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
“Anda sebaiknya tetap di sana, sungguh, karena sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih cenderung untuk pergi ke sana,” ujar Trump saat diwawancara New York Post, dikutip dari The New Daily, Rabu (15/4/2026).
Sejumlah pejabat dari Pakistan, Iran, dan negara-negara Teluk mengonfirmasi adanya kemungkinan tim negosiasi dari AS dan Iran kembali bertemu di Pakistan pada akhir pekan ini. Meski demikian, seorang sumber senior dari pihak Iran menyebutkan hingga saat ini belum ada tanggal pasti yang ditetapkan untuk putaran perundingan selanjutnya.
Wakil Presiden AS, JD Vance, dalam sebuah acara di Georgia pada Selasa (14/4/2026), menegaskan keinginan Trump untuk mencapai kesepakatan besar (grand bargain) dengan Iran. Namun, ia mengakui adanya kendala besar berupa krisis kepercayaan di antara kedua negara.
“Anda tidak akan menyelesaikan masalah itu dalam semalam,” kata Vance.
Situasi di Selat Hormuz yang merupakan perairan strategis masih mencekam. Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz jalur vital transportasi minyak dan gas dunia sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Hingga berita ini diturunkan, perang AS-Israel terhadap Iran dilaporkan telah menelan korban jiwa sekitar 5.000 orang.
Gagalnya pembicaraan di Islamabad akhir pekan lalu sempat menimbulkan keraguan atas kelangsungan gencatan senjata dua minggu yang kini hanya menyisakan waktu tujuh hari lagi.
Komando Pusat AS melaporkan dalam 24 jam pertama pemberlakuan blokade, tidak ada kapal yang berhasil menembus pelabuhan Iran, sementara enam kapal dagang terpaksa memutar balik. Namun, data pengiriman pada Selasa (14/4/2026) menunjukkan hasil yang berbeda di Selat Hormuz. Setidaknya delapan kapal terpantau tetap melintasi jalur tersebut, mengindikasikan blokade belum berdampak sepenuhnya terhadap lalu lintas di perairan internasional tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




