Jelang Negosiasi, Iran: Damai atau Konfrontasi?
Selasa, 21 April 2026 | 10:53 WIB
Teheran, Beritasatu.com - Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat memasuki fase tarik-ulur yang semakin kompleks. Pada satu sisi, Teheran mengisyaratkan kesiapan kembali berunding, tetapi pada sisi lain tetap melontarkan pernyataan keras yang mencerminkan ketidakpercayaan terhadap Washington.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan negaranya belum memastikan keikutsertaan dalam putaran kedua perundingan di Islamabad, Pakistan. “Rencana delegasi AS ke Pakistan adalah urusan mereka sendiri,” ujarnya, seraya menilai belum ada komitmen serius dari pihak Amerika Serikat, seperti dilansir The New York Times, Selasa (21/4/2026).
Nada tegas juga disampaikan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Ia mengakui konflik tidak menguntungkan kedua pihak, tetapi menolak tekanan dari Washington. “Amerika menginginkan penyerahan. Iran tidak akan menyerah,” tegasnya.
Meski demikian, sejumlah sinyal berbeda muncul di balik layar. Pejabat Iran dilaporkan membuka peluang menghadiri perundingan, bahkan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf disebut berpotensi memimpin delegasi jika Wakil Presiden AS JD Vance turut hadir.
Sikap yang tampak kontradiktif ini mencerminkan dilema Iran. Tekanan ekonomi mendorong kebutuhan akan solusi damai, sementara tekanan politik dalam negeri memaksa pemerintah tetap menunjukkan sikap keras di ruang publik.
Situasi semakin rumit menjelang berakhirnya tenggat gencatan senjata dalam beberapa hari ke depan. Ketegangan di jalur strategis seperti Selat Hormuz turut memperbesar risiko eskalasi konflik.
Pengamat menilai strategi Iran merupakan upaya menjaga keseimbangan: membuka ruang diplomasi sekaligus mempertahankan posisi tawar melalui retorika keras, terutama dalam menghadapi pendekatan tekanan dari Presiden AS Donald Trump.
Di tengah ketidakpastian ini, peluang kesepakatan masih terbuka. Namun, proses menuju titik temu diperkirakan tetap dibayangi kecurigaan dan potensi konflik baru di kawasan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




