Lagi-lagi Trump Sebut Media AS Sajikan Fake News, Kenapa?
Selasa, 21 April 2026 | 11:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu polemik dengan menyerang media arus utama terkait pemberitaan perang melawan Iran. Ia menilai sejumlah media tidak adil dan sajikan fake news dalam melaporkan operasi militer yang dilakukan AS.
Melalui platform Truth Social, Trump mengeklaim operasi militer bertajuk Operation Midnight Hammer berhasil menghancurkan total fasilitas nuklir Iran. Ia menyebut dampak serangan tersebut sangat besar hingga membutuhkan waktu lama untuk pemulihan.
Namun, Trump meluapkan kekecewaannya terhadap pemberitaan media seperti CNN yang dinilai tidak memberikan apresiasi kepada pilot militer AS. Ia bahkan menyebut sejumlah media sebagai fake news yang meremehkan keberhasilan operasi tersebut.
Tak hanya itu, Trump juga menyoroti laporan dari The New York Times, The Wall Street Journal, dan The Washington Post. Menurutnya, pemberitaan media tersebut membangun persepsi seolah-olah Amerika Serikat berada di posisi lemah dalam konflik.
“Kami menang besar,” tulis Trump seraya menuding media justru memperkuat narasi yang menguntungkan Iran, dilansir dari Al Jazeera, Selasa (21/4/2026).
Ia juga mengeklaim pemberitaan tersebut membingungkan pihak lawan dan menunjukkan kecenderungan “anti-Amerika”. Trump menegaskan di bawah kepemimpinannya, posisi AS tetap unggul dalam konflik.
Pernyataan ini kembali mencerminkan ketegangan antara Gedung Putih dan media, di tengah situasi geopolitik yang sensitif dan sangat dipengaruhi opini publik global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




