PBB: Penutupan Selat Hormuz Bisa Timbulkan Krisis Pangan Global
Minggu, 26 April 2026 | 17:10 WIB
Jenewa, Beritasatu.com - Penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung memicu kekhawatiran serius akan terjadinya krisis kemanusiaan global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, gangguan distribusi pupuk akibat situasi ini berpotensi memicu kelaparan massal di berbagai negara.
Kantor Layanan Proyek PBB (UNOPS) menegaskan jalur laut strategis tersebut memiliki peran vital dalam rantai pasokan global, termasuk distribusi bahan baku pupuk yang sangat dibutuhkan sektor pertanian.
Direktur Eksekutif UNOPS, Jorge Moreira da Silva menyatakan, gangguan maritim yang berkepanjangan dapat berdampak luas terhadap ketahanan pangan dunia.
Ia memperingatkan, kondisi ini berisiko mendorong jutaan orang ke dalam siklus kelaparan dan kekurangan pangan, terutama di negara-negara yang bergantung pada impor pupuk.
Menurutnya, lonjakan harga bahan baku pupuk telah mencapai tingkat rekor seiring terganggunya distribusi melalui Selat Hormuz. Situasi ini dinilai dapat memperparah tekanan terhadap sektor pertanian global yang sudah menghadapi berbagai tantangan.
PBB pun mendesak adanya langkah diplomatik segera guna memastikan kelancaran rantai pasokan internasional dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap stabilitas pangan global.
Penutupan Selat Hormuz sebelumnya juga telah memicu kenaikan harga energi dan gangguan perdagangan internasional, mengingat jalur ini dilalui oleh sebagian besar pengiriman minyak dan komoditas penting dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




