Israel-Hizbullah Dikabarkan Sepakat Hentikan Pertempuran di Lebanon
Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:38 WIB
Tel Aviv, Beritasatu.com – Israel dan kelompok Hizbullah dilaporkan telah sepakat untuk menghentikan pertempuran di wilayah Lebanon selatan pada (19/6/2026). Kesepakatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kelangsungan kesepakatan sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang bertujuan mengakhiri perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Mengutip AP, Sabtu (20/6/2026), menurut sejumlah pejabat, kesepakatan itu tercapai setelah bentrokan hebat yang menewaskan setidaknya 47 orang di Lebanon dan empat tentara Israel.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan baik Israel maupun Hizbullah belum memberikan konfirmasi resmi terkait laporan gencatan senjata antarkeduanya.
Konflik antara Hizbullah dan Israel berlangsung tidak lama setelah pecahnya perang yang lebih luas di kawasan. Hizbullah diketahui melancarkan serangan roket dan drone ke sejumlah komunitas sipil di wilayah utara Israel. Sebagai respons, Israel menguasai sebagian besar wilayah Lebanon selatan.
Di tengah ketegangan tersebut, kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran menghasilkan sejumlah perkembangan penting, termasuk dibukanya kembali Selat Hormuz yang sebelumnya secara efektif ditutup oleh Iran. Penutupan jalur pelayaran strategis itu sempat mengganggu pasokan minyak dan gas alam yang menjadi bagian penting bagi perekonomian global.
Kesepakatan tersebut juga membuka jalan bagi dimulainya kembali pembicaraan mengenai program nuklir Iran, isu yang menjadi salah satu pemicu utama serangan militer gabungan yang dilancarkan Israel dan AS pada Sabtu (28/2/2026) ke Teheran.
Namun, implementasi nota kesepahaman AS-Iran menghadapi tantangan serius, terutama akibat pertempuran yang terus berlangsung di Lebanon. Situasi tersebut bahkan menyebabkan tertundanya pembicaraan antara Washington dan Teheran yang awalnya dijadwalkan digelar di Jenewa, Swiss pada Jumat (19/6/2026).
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pasukan Israel tidak akan mundur alias akan tetap berada di Lebanon selatan hingga ancaman terhadap keamanan Israel dianggap benar-benar berakhir.
Sementara pada sisi lain, Hizbullah menolak menghentikan serangan jika Israel tidak berkomitmen untuk menarik mundur pasukannya dari Lebanon. Iran juga disebut menjadikan penarikan Israel sebagai salah satu syarat dalam kesepakatan yang lebih luas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




