ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Presiden Biden dan Moon Nyatakan Keprihatinan Atas Korut

Sabtu, 22 Mei 2021 | 11:06 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Wakil Presiden AS Kamala Harris dan Presiden Korea Moon Jae-in berbicara di depan awak media sebelum pertemuan di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower, Washington, DC, AS, Jumat 21 Mei 2021.
Wakil Presiden AS Kamala Harris dan Presiden Korea Moon Jae-in berbicara di depan awak media sebelum pertemuan di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower, Washington, DC, AS, Jumat 21 Mei 2021. (AFP/Getty Images/Drew Angerer)

Washington, Beritasatu.com- Presiden Joe Biden pada Jumat (21/5/2021) mengatakan dia dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in "sangat prihatin" atas situasi terkait Korea Utara.

Seperti dilaporkan AP, Biden akan mengerahkan utusan khusus baru ke wilayah tersebut untuk membantu memfokuskan kembali upaya menekan. Pyongyang meninggalkan program senjata nuklirnya.

Sementara itu, Moon juga menyambut "kembalinya Amerika" ke panggung dunia dan mengatakan kedua pemimpin berjanji untuk bekerja sama dengan erat menuju denuklirisasi semenanjung Korea.

Biden mengatakan akan mengirim diplomat karier Sung Kim, yang sebelumnya menjabat sebagai duta besar untuk Korea Selatan, untuk menjadi utusan khusus untuk wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

Moon mengatakan langkah Biden mencerminkan komitmen kuat AS untuk mengeksplorasi diplomasi dan kesiapannya untuk berdialog dengan Korea Utara.

Moon datang ke Washington mencari urgensi diplomatik baru oleh AS untuk mengekang program nuklir Korea Utara, bahkan ketika Gedung Putih mengisyaratkan bahwa mereka mengambil pandangan yang lebih lama tentang masalah tersebut. Sejumlah bahasan masuk dalam daftar Biden untuk pertemuan itu: koordinasi dalam distribusi vaksin, perubahan iklim, dan masalah keamanan regional yang dipicu oleh Tiongkok.

Pertemuan Biden dan Moon hanyalah sesi tatap muka kedua Biden dengan seorang pemimpin asing karena pandemi virus corona.

Moon mengatakan setelah pertemuan keduanya melakukan "dialog yang sangat jujur seperti teman lama" dan menekankan perlunya kerjasama dalam masalah keamanan di wilayah tersebut.

"Tugas umum paling mendesak yang harus dilakukan oleh kedua negara kita adalah mencapai denuklirisasi lengkap dan perdamaian permanen di semenanjung Korea," katanya.

Moon mengatakan AS dan Korsel menegaskan kembali kekuatan" aliansi kedua negara. Mereka menegaskan visi bersama untuk mengembangkannya menjadi yang lebih kuat.

Moon memulai kunjungannya di kompleks Gedung Putih dengan bertemu dengan Wakil Presiden Kamala Harris dan penasihat utama Biden. Moon juga berpartisipasi dalam Medal of Hoatau upacara untuk Ralph Puckett, seorang veteran Angkatan Darat berusia 94 tahun yang terkenal karena keberaniannya selama Perang Korea lebih dari 70 tahun yang lalu.

"Tanpa pengorbanan para veteran termasuk Kolonel Puckett ... kebebasan dan demokrasi yang kita nikmati hari ini tidak akan bisa berkembang di Korea," kata Moon, yang memuji Puckett sebagai "pahlawan sejati".



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AS Habiskan Rp 500 Triliun untuk Operasi Militer Lawan Iran

AS Habiskan Rp 500 Triliun untuk Operasi Militer Lawan Iran

INTERNASIONAL
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.528 Tertekan 2 Sentimen

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.528 Tertekan 2 Sentimen

EKONOMI
Iran Kirim Respons ke Pakistan Soal Usulan AS Akhiri Perang

Iran Kirim Respons ke Pakistan Soal Usulan AS Akhiri Perang

INTERNASIONAL
Dubes AS di PBB: Negosiasi dengan Iran Masih Berlangsung

Dubes AS di PBB: Negosiasi dengan Iran Masih Berlangsung

INTERNASIONAL
Iran Ancam Balas Serangan AS, Rezaei: Era Kendali Sudah Berakhir

Iran Ancam Balas Serangan AS, Rezaei: Era Kendali Sudah Berakhir

INTERNASIONAL
Penunggak Tunjangan Anak di AS Kini Terancam Pencabutan Paspor

Penunggak Tunjangan Anak di AS Kini Terancam Pencabutan Paspor

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon