Redam Kerusuhan, Pemerintah Sri Lanka Berlakukan Jam Malam dan Blokir Medsos
Minggu, 3 April 2022 | 15:06 WIB
Kolombo, Beritasatu.com - Tentara Sri Lanka dengan senapan serbu dibantu polisi berjaga di Ibu Kota Kolombo pada Minggu (3/4/2022) saat pemerintah memblokir platform media sosial (medsos) setelah memberlakukan jam malam untuk meredam kerusuhan publik yang dipicu oleh krisis ekonomi negara itu.
Pembatasan terbaru datang setelah pemerintah pada hari Sabtu (2/4/2022) menerapkan jam malam di seluruh negeri ketika protes atas penanganan pemerintah terhadap krisis ekonomi berubah menjadi kekerasan. Jam malam akan berlangsung hingga pukul 6 pagi pada hari Senin (4/4/2022).
"Pemblokiran media sosial bersifat sementara dan diberlakukan karena instruksi khusus yang diberikan oleh Kementerian Pertahanan. Itu diberlakukan untuk kepentingan negara dan masyarakat agar tetap tenang," kata Ketua Komisi Regulasi Telekomunikasi Jayantha de Silva kepada Reuters.
Baca Juga: Kediaman Presiden Sri Lanka Diserbu, Warga Marah dengan Korupsi dan Nepotisme
Organisasi pemantau internet NetBlocks mengatakan, data jaringan waktu nyata menunjukkan bahwa Sri Lanka telah memberlakukan pemadaman media sosial nasional, membatasi akses ke platform termasuk Twitter, Facebook, WhatsApp, YouTube dan Instagram karena keadaan darurat diumumkan di tengah protes yang meluas.
Namun Menteri Pemuda dan Olahraga negara itu Namal Rajapaksa yang juga keponakan Presiden Gotabaya Rajapaksa mengatakan dalam sebuah tweet bahwa dia "tidak akan pernah memaafkan pemblokiran media sosial".
"Ketersediaan VPN, seperti yang saya gunakan sekarang, membuat larangan seperti itu sama sekali tidak berguna. Saya mendesak pihak berwenang untuk berpikir lebih progresif dan mempertimbangkan kembali keputusan ini."
Presiden Rajapaksa mengumumkan keadaan darurat pada hari Jumat, meningkatkan kekhawatiran akan tindakan keras terhadap protes ketika negara itu bergulat dengan kenaikan harga, kekurangan kebutuhan pokok dan pemadaman listrik yang bergilir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




