Cegah Krisis Pangan, India Perketat Aturan Ekspor Terigu
Jumat, 8 Juli 2022 | 12:31 WIB
New Delhi, Beritasatu.com- Pemerintah India pada Kamis (7/7/2022) memberlakukan pembatasan ekspor tepung terigu untuk mencegah krisis pangan. Seperti dilaporkan Arab News, pada bulan Mei, India melarang ekspor biji-bijian dengan alasan risiko keamanan domestik, karena gelombang panas yang menyengat membatasi produksi.
Larangan itu datang ketika pembeli global mengandalkan produsen gandum terbesar kedua di planet ini untuk pasokan setelah ekspor dari lumbung dunia, wilayah Laut Hitam, anjlok menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari.
Masyarakat internasional telah meminta India untuk mempertimbangkan kembali larangan ekspor. India dinilai dapat memainkan peran penting dalam membantu meringankan krisis pasokan makanan saat ini. Namun, pembatasan baru terigu India dipastikan akan berlaku mulai 12 Juli.
Baca Juga: Jual Energi ke Tiongkok dan India, Rusia Raup Cuan Rp 359 Triliun
"Gangguan pasokan global dalam gandum dan tepung terigu telah menciptakan banyak pemain baru dan telah menyebabkan fluktuasi harga dan potensi masalah terkait kualitas," kata Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri seraya menambahkan bahwa eksportir tepung perlu meminta persetujuan pemerintah sebelum menjual produk mereka di luar negeri.
Ekspor tepung terigu India naik tajam tahun ini, karena mengekspor rekor 7 juta ton senilai lebih dari US$ 2 miliar (Rp 29 triliun)) yakni 274 persen lebih banyak dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut laporan media lokal.
Tepung terigu India terutama masuk ke Sri Lanka, Timur Tengah dan Afrika, menurut Pramod Jain, wakil presiden Federasi Roller Flour Millers India.
Baca Juga: Rusia Tuduh Barat Sebar Kebohongan soal Krisis Pangan Global
Keputusan itu dipandang sebagai sarana untuk mengendalikan inflasi.
"Ketersediaan gandum berada di bawah tanda tanya di India. Pemerintah sedang berhati-hati," kata Jain.
"Saya pikir dengan membatasi ekspor harga di pasar domestik akan dikendalikan. Meskipun buruk bagi pabrik penggilingan, itu baik untuk negara," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




